<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498</id><updated>2011-07-28T10:28:15.239-07:00</updated><category term='Ahmadiyah dan Bung Hatta'/><category term='Internasional Info'/><category term='Hadits'/><category term='Nasional Info'/><category term='Ahmadiyah di Berlin'/><category term='King Abdullah Toleran'/><category term='Anarkisme dalam agama'/><category term='Ahmadiyah dalam perjuangan kemerdekaan RI'/><category term='FPI demo Kedubes Arab'/><category term='Islam spread out peacefulness'/><category term='Hubungan Bung Karno dengan Ahmadiyah'/><category term='Derita Ahmadiyah di atas jasanya'/><category term='Islamic Values'/><category term='Al Quran'/><category term='dakwah tanpa caci maki'/><category term='Islam hate violence'/><category term='Jasa-jasa Ahmadiyah'/><category term='fiqh'/><category term='teladan kesederhanaan'/><category term='memberangus keyakinan'/><category term='Bung Karno dan Ahmadiyah'/><category term='Islam versus kekerasan'/><category term='King Abdullah dan Kedamaian'/><category term='Cak Nun Klarifikasi Ahmadiyah'/><category term='agama'/><category term='dakwah akhlakul karimah'/><category term='hidup sederhana'/><category term='MUI'/><category term='mengecewakan Ahmadiyah'/><category term='islam moderat versus ektremis'/><category term='maaf untuk Ahmadiyah'/><category term='Islam'/><category term='Sesat'/><category term='dakwah progresif'/><category term='sosok informal'/><category term='My Islam'/><category term='Muslim'/><category term='Ahmadiyah'/><category term='Islam againts radicalism'/><category term='fatwa'/><category term='masjid'/><category term='Cak Nun datangi Ahmadiyah Berlin'/><category term='Ahmadiyah haji ke Mekkah'/><category term='Akhlak Muslim'/><category term='toleransi dalam islam'/><category term='Bung Karno Belajar dari Ahmadiyah'/><category term='Ahmadiyah dan Sejarah RI'/><category term='Islam kita'/><category term='Bung Karno Dekat Dengan Ahmadiyah'/><category term='Islam and peace'/><category term='Muslim Moderat'/><category term='menyesalkan Ahmadiyah'/><category term='Gus Mis'/><category term='Pidato King abdullah'/><category term='dakwah bil hikmah'/><title type='text'>Moslem Online</title><subtitle type='html'>peaceful religion,no violence,respectful with another,love for all hatred for none</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-351284152513125079</id><published>2009-02-19T08:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T08:24:31.118-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa-jasa Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah dalam perjuangan kemerdekaan RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Derita Ahmadiyah di atas jasanya'/><title type='text'>Derita Ahmadiyah dan Jasanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SZ2FZ1Zr0YI/AAAAAAAAANY/y_ulKRiu6o8/s1600-h/Hz.Masih+Mau'ud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 335px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SZ2FZ1Zr0YI/AAAAAAAAANY/y_ulKRiu6o8/s400/Hz.Masih+Mau'ud.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304542614990344578" /&gt;&lt;/a&gt;Ahmadiyah, Derita di Atas Jasa&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Oleh : Heni Purwono&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13-Des-2008, 21:52:03 WIB - [www.kabarindonesia. com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;KabarIndonesia - Kalau Salman Rushdie dianggap menodai Islam dengan&lt;br /&gt;Ayat-ayat Setan-nya, hal serupa dialami oleh Jamaat Ahmadiyah yangdinilai "menyekutukan" kerasulan Muhammad. Namun nasib jelas berbeda.Kalau Salman Rushdie akhirnya dihukum mati sebagai pribadi, makaJamaat Ahmadiyah secara komunal menjadi bulan-bulanan dari mayoritasyang cenderung berlaku tiran. Sungguh menyedihkan, klaim sesat yangdituduhkan terhadap Jamaat Ahmadiyah justru kebanyakan diakibatkan&lt;br /&gt;oleh desas-desus yang kemudian dijadikan sebagai pembenaran terhadapaktifitas perusakan terhadap Jamaat Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melihat Ahmadiyah Apa Adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Ahmadiyah sesungguhnya tak jauh berbeda dengan kemunculan dari faham-faham di Jawa maupun di belahan bumi manapun yangsenantiasa rindu akan tokoh perubah dari keadaan yang carut marut,menjadi zaman yang gilang-gemilang. Sehingga, muncullah kemudian&lt;br /&gt;konsepsi ratu adil, satria piningit, eru cakra, mesias, maupunmelanerisme.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Tak aneh jika faham ini dimana pun dan kapan pun senantiasa akanmenggurita. Hal ini dikarenakan sudah menjadi sebuah hukum alam bahwarotasi kehidupan tentu akan selalu bergulir, dan kondisi perubahan kearah yang lebih dan lebih baik lagi tentu selalu dirindukan oleh semuakalangan. Terlebih ketika faham itu kemudian berbalut denganlegitimasi sebuah religi, makin klop-lah apa yang diyakini tersebutsebagai sebuah kasunyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah berangkat dari landasan yang hampir diyakini oleh seluruhumat, tak hanya umat Islam, akan munculnya Imam Mahdi. Nah, Imam Mahdidan Isa yang dijanjikan dalam satu nama ini diyakini sebagai pengikutsetia dari Rosululloh Muhammad. Dan bagi kalangan Ahmadiyah, kriteriasemacam ini menitis pada sosok Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qodian&lt;br /&gt;yang mendakwakan dirinya sebagai Imam Mahdi yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsespsi Pulung dan Tanda-tanda Kenabian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata konsep pulung atau wahyu yang terkait dengan kondisi alamataupun lingkungan tak hanya dianut oleh tradisi Jawa, melainkankonsepsi tersebut diyakini oleh hampir semua umat di dunia, apapunkepercayaannya. Demikian juga dengan Jamaat Ahmadiyah, ternyatakeyakinan mereka terhadap "kenabian" Mirza Ghulam Ahmad juga diawalidengan gejala alam, yaitu kemunculan gerhana bulan dan matahari dalambulan yang sama, dan hal itu diyakini telah terjadi pada bulanRamadhan tahun 1894 setelah sebelumnya didahului dengan pembaiatanterhadap 40 pengikut Mirza Ghulam Ahmad di Ludhiana, India pada 23Maret 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tokoh sentral Mirza Ghulam Ahmad inilah diyakini oleh JamaatAhmadiyah bahwa keberadan dunia akan selamat ketika umat mendekatkandiri kepada Tuhan dan juga dekat dengan Imam akhir zaman. Konsepsisemacam ini sebenarnya bukanlah menjadi hal yang baru lagi. Hanya sajasepertinya Jamaah Ahmadiyah terlanjur keseleo menisbatkan tokohsentralnya sebagai seorang nabi. Apesnya lagi, kata-kata nabi sudahterlanjur dikeramatkan oleh sebagian besar kalangan dan telah dianggaphabis masa berlakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Ayat-ayat Setan-nya Salman Rushdie, sesungguhnya Salmanbisa saja selamat dari hukuman mati seandainya ia mau menggantiAyat-ayat Setan menjadi Ayat-ayat Salman. Atau seandainya menggantinyadengan kata Ayat-ayat Cinta, bisa jadi Habiburrahman El Shirazi takakan seterkenal sekarang ini. Pun demikian dengan "kenabian" MirzaGhulam Ahmad. Seandainya saja ia tidak mentasbihkan diri sebagai nabi,namun cukup menggunakan kata wali, bisa jadi ceritanya akan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah semisal, keberadaan para Wali Songo atau bahkan Sultan AgungHanyokro Kusumo Khalifatulloh Jawa, yang sebenarnya memosisikan dirilayaknya nabi. Dan ternyata kebenaran semacam itu lebih bisa diterimaoleh banyak kalangan yang sudah menganggap kata nabi sebagai sesuatuyang sudah menjadi titik mati. Padahal, esensi dari tokoh-tokoh itu dimata pengikutnya, bukankah sama? Dianggap sebagai satria piningit yangakan membawa kesejahteraan bagi rakyat, lepas dari keterpurukan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau semua kalangan faham akan konsep ratu adil tersebut, makaniscaya tak akan sampai terjadi arogansi di kalangan masyarakat danpemaksaan terhadap suatu keyakinan. Mengingat sesungguhnya apa yangdiyakini oleh Jamaat Ahmadiyah sejatinya juga diyakini oleh semuaumat, hanya saja dengan kadar penamaan tokoh yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Jasa-jasa, Melepaskan Derita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, kedatangan Ahmadiyah pertama kali di kawasan kitayaitu di tahun 1925. dan pada masa itu, tentunya menjadi sebuahpencerahan spiritual di tengah penindasan kaum kolonial yang jugamembawa misi religi. Jamaat Ahmadiyah juga mendukung perjuangan bangsa&lt;br /&gt;Indonesia dengan kekuatan spiritual dengan menginstruksikan seluruhpengikutnya untuk berpuasa Senin-Kamis selama dua bulan penuh di tahun1946, membakar semangat perjuangan di media surat kabar yang tersebarhingga ke luar negeri, dan bahkan Soekarno pun sangat terharu denganperjuangan dan pergerakan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh jika dalam buku 'Di Bawah Bendera Revolusi', Ahmadiyahmenjadi salah satu bahasannya. Kalangan Jamaat Ahmadiyah yang mahirberbahasa Urdu juga sempat membantu informasi melalui radio bagipasukan Inggris yang sebagian besar merupakan tentara Gurkha yangtergabung dalam pasukan perdamaian NICA, dalam melucuti senjataJepang. Bahkan mungkin jarang yang tahu, ketika rezim Orde Lamaberkuasa kemudian digulingkan oleh mahasiswa sehingga melahirkan OrdeBaru, salah satu aktor paling berpengaruh adalah seorang Ahmadi(sebutan bagi "penganut" Ahmadiyah) yaitu Khuddam, Arif Rahman Hakim,Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang gugur menjadimartir bagi perjuangan mahasiswa untuk memeperbaiki sistempemerintahan di negeri ini, sehingga ia dinobatkan sebagai pahlawanAmanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Dengan jasa-jasanya, pantaskahjika Jamaat Ahmadiah terus-menerus menanggung derita akibatketidaktahuan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HENI PURWONO, S.Pd. Direktur Eksekutif Pusat Studi Penelitian Sejarah&lt;br /&gt;dan Sosial (Puspless)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-351284152513125079?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/351284152513125079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=351284152513125079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/351284152513125079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/351284152513125079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2009/02/derita-ahmadiyah-dan-jasanya.html' title='Derita Ahmadiyah dan Jasanya'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SZ2FZ1Zr0YI/AAAAAAAAANY/y_ulKRiu6o8/s72-c/Hz.Masih+Mau&apos;ud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1645898352153081998</id><published>2009-01-21T14:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T14:51:03.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah dan Bung Hatta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno Dekat Dengan Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah dan Sejarah RI'/><title type='text'>Ahmadiyah:Sejarah Yang Terlupa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXel8A7rYBI/AAAAAAAAANQ/QKoZLbwUz_4/s1600-h/Di+bawah+Bendera+Revolusi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXel8A7rYBI/AAAAAAAAANQ/QKoZLbwUz_4/s400/Di+bawah+Bendera+Revolusi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293882337458348050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persinggungan Founding Father Dengan Ahmadiyah: Sebuah Sejarah Yang Terlupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :A. Faizal Reza&lt;br /&gt;(Pemerhati masalah sosial dan agama, tinggal di Bandung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seharusnya saudara-saudara kita dari Ahmadiyah mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan akibat tindakan persekusi yang menimpanya akhir-akhir ini, para pejabat kita malah mengeluarkan pernyataan yang menyakiti perasaan mereka. Salah satunya datang dari seorang pejabat tinggi negara kita yang mempertanyakan kontribusi Ahmadiyah terhadap bangsa ini.  Ibarat pepatah, “Bukannya menolong, tetapi menggolong” Bukannya perlindungan yang didapat, kesusahan yang mereka alami semakin bertambah. Point  inilah yang ingin penulis ulas.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah menjejakkan pengaruhnya di tanah air jauh sebelum era kemerdekaan. Setidaknya pada tahun 20-an, literatur-literatur Ahmadiyah sudah dikenal tokoh-tokoh pergerakan kita. Jadi, ketika Ahmadiyah Lahore masuk pertama kali ke tanah air dengan perantaraan mubalighnya, Mirza Wali Ahmad Beig pada 1924, lalu disusul setahun kemudian oleh Ahmadiyah Qadian, melalui utusannya Tuan Rahmat Ali, tokoh-tokoh pergerakan tidak terlalu asing lagi. Satu hal yang tidak dapat disangkal,  Ahmadiyah menawarkan pemahaman-pemahaman Islam yang segar, dan ini cocok dengan mereka yang merasakan gejala “inferiority complex” ketika berhadap-hadapan dengan hegemoni Barat.  Pengaruh Ahmadiyah terlihat pada kongres Sarekat Islam 1928, di Yogya. Dalam kongres itu dibicarakan tafsir Qur’an -yang digarap Tjokroaminoto- yang ternyata didasarkan atas tafsir Ahmadiyah Lahore. Mengapa justeru memakai tafsir Ahmadiyah ? Tentang ini Agus Salim menerangkan bahwa dari segala jenis Al-Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum mu’tazillah, ahli sufi dan golongan modern (di antaranya, Ahmadiyah), tafsir Ahmadiyahlah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar (Pringgodigdo, 1978 : 41).&lt;br /&gt;          “Nuansa” Ahmadiyah juga turut mewarnai pemuda-pemuda Islam yang tergabung dalam Jong Islamieten Bond (JIB). Seperti dituturkan Nurcholish Madjid, saking terpelajarnya, mereka ini memilih buku-buku Islam dalam bahasa Barat, yang pada waktu itu tidak ada yang lain kecuali terbitan Ahmadiyah. Maka dari itu banyak sekali orang  memakai buku-buku Ahmadiyah tanpa menjadi anggota Ahmadiyah.&lt;br /&gt;          Lebih kentara lagi pengaruh tersebut kepada Bung Karno. Buku-Buku Ahmadiyah turut berkonstribusi “mematangkan” pemahaman ke-Islamannya.  Akibatnya, tak sedikit tulisan-tulisan Bung Karno yang menyertakan Ahmadiyah di dalamnya. Ketika di buang ke Endeh, Bung Karno menyatakan bahwa pemahaman-pemahaman kelompok ini merupakan pemahaman yang  modern, rasional, dan broadminded. Sikap Bung Karno tersebut tak urung mengundang lawan-lawan politiknya menuduh beliau menjadi propagandis Ahmadiyah. Hal ini dibantah Bung Karno sendiri, namun demikian penghargaannya terhadap kelompok ini tidak pernah berhenti. Semisal dalam artikel “Memudakan Pengertian Islam”  yang ditulis Bung Karno pada tahun 40-an. “ Di sana Bung Karno menyoroti Ahmadiyah sebagai organisasi Islam yang mempunyai pengaruh besar tidak saja di India, lebih dari itu merupakan faktor penting pula di dalam dakwah Islam di benua Eropa (Di Bawah Bendera Revolusi, Jilid I).&lt;br /&gt;Sejarah mencatat pula konstribusi Ahmadiyah internasional untuk tanah air kita. Ketika Kemerdekaan Indonesia baru saja dikumandangkan, sebagai negara yang masih muda tentu membutuhkan dukungan serta pengakuan dari negara-negara lainnya, dan Ahmadiyah turut aktif mengkampanyekan hal ini ke seluruh dunia. Banyak tulisan-tulisan dalam surat kabar –yang ditulis tokoh-tokoh Ahmadiyah-  membentangkan sejarah perjuangan kita yang intinya untuk menyiarkan seluas-luasnya kemerdekaan yang baru saja dicapai bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Secara lebih Khusus, Khalifatul Masih II, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad –pemimpin Ahmadiyah (Qadian) internasional ketika itu- memberikan seruan kepada seluruh pemimpin dunia Islam supaya mereka dengan serentak menyatakan sikapnya untuk mengakui berdirinya pemerintahan Republik Indonesia. Hal ini kemudian diiringi perintah spritual, agar para pengikut Ahmadiyah di seluruh dunia berpuasa tiap hari Senin-Kamis selama bulan September-Oktober guna memohon do’a kepada Allah untuk kejayaan Indonesia (Kedaulatan Rakyat, edisi Selasa Legi, 10/12/46).&lt;br /&gt;          Perintah Pimipinan Ahmadiyah Internasional ini kemudian dijalankan Sayyid Shah Muhammad al-Jailani,  mubaligh Ahmadiyah Qadian untuk Indonesia. Melalui kegiatan-kegiatan sosialnya mendukung kemerdekaan, Shah Muhammad mulai dikenal Bung Karno.  Semenjak itu hubungan keduanya semakin erat dan di kemudian hari, atas jasa-jasanya, Shah Muhammad dianugerahi status kewarganegaraan Indonesia. Tokoh Ahmadiyah lainnya yang turut aktif dalam revolusi kita adalah R. Muhyidin –Ketua Pengurus Besar Ahmadiyah Qadian-. Karena aktivitasnya sebagai Sekretaris Panitia Perayaan Kemerdekaan tahun pertama di Ibukota RI, mengakibatkan beliau diculik tentara Belanda dan hingga kini hilang tak tentu rimbanya.&lt;br /&gt;          Pada saat agitasi-agitasi anti Ahmadiyah sedang hangat-hangatnya di Pakistan tahun 50-an, di Indonesia sendiri Shah Muhammad tidak tinggal diam. Salah satu target serangan mullah-mullah Pakistan pada waktu itu adalah Zafrullah Khan, Menteri Luar Negeri Pakistan yang kebetulan adalah seorang ahmadi. Shah Muhammad kemudian menemui Mr. Jusuf Wibisono-tokoh Masyumi-. yang mengakui banyak membaca literatur-literatur Ahmadiyah, meski dirinya bukan seorang Ahmadi. Sebagai hasil dari pembicaraannya itu, Jusuf Wibisono menulis serangkaian karangan dalam Harian Mimbar Indonesia guna mengkritik pemerintah Pakistan, sebab Zafrullah sudah berjasa besar bagi dunia Islam dan untuk Pakistan sendiri.&lt;br /&gt;          Tidak lama setelah tulisan-tulisan Jusuf Wibisono tersiar, Duta Besar Pakistan Untuk Indonesia, Choudry Muddabbir Husein mengakui kepada Shah Muhammad bahwa dirinya telah dipanggil menghadap Presiden Soekarno. Pada kesempatan itu Bung Karno menyalahkan serta menyesalkan Pemerintah Pakistan yang bersikap masa bodoh terhadap kejadian huru-hara anti Ahmadiyah dan Zafrullah Khan. Peringatan keras Bung Karno, dapat dilihat dari kata-katanya kepada sang duta besar, “Sampaikan segera kepada pemerintahmu,kalau Pemerintah Pakistan terus membiarkan keadaan itu berlarut-larut dan tidak berusaha mengatasinya dengan segera, maka kami akan meninjau kembali apa perlunya pemerintah Indonesia melanjutkan hubungan diplomatik dengan pemerintah semacam itu. (Sinar Islam, 1977).&lt;br /&gt;Kedekatan Ahmadiyah terjalin juga dengan “Dwitunggal” lainnya, yakni Bung Hatta. Serupa dengan Bung Karno, tokoh proklamator ini mengenal Ahmadiyah melalui buku-buku dan tokoh-tokoh Ahmadiyah di Indonesia. Dan jika kita mau meneruskan ini, masih banyak peran serta kontribusi Ahmadiyah yang belum terungkap. Semisal bagaimana Departemen Agama kita mengutip buku “Pengantar Untuk Mempelajari Al-Qur’an,” karya Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih II Ahmadiyah, untuk proyek tafsir Al-Qur’an  tanpa pernah menyebutkan sumbernya. Atau tokoh Arief Rahman Hakim –Pejuang Ampera- yang ternyata adalah seorang anggota Khudam, Pemuda Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Melihat kedekatan Ahmadiyah dengan founding fathers, pada gilirannya  membawa keprihatinan menyikapi para pejabat kita sekarang. Mengapa mereka tidak searif bapak-bapak pendiri negara ini ? Jawabannya terletak pada kualitas mereka sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1645898352153081998?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1645898352153081998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1645898352153081998' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1645898352153081998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1645898352153081998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2009/01/ahmadiyahsejarah-yang-terlupa.html' title='Ahmadiyah:Sejarah Yang Terlupa'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXel8A7rYBI/AAAAAAAAANQ/QKoZLbwUz_4/s72-c/Di+bawah+Bendera+Revolusi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-6544567436625285000</id><published>2009-01-21T14:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T14:33:34.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hubungan Bung Karno dengan Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno Belajar dari Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno dan Ahmadiyah'/><title type='text'>Bung Karno dan Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXeiRZ_Mt2I/AAAAAAAAANI/paeZso3FiAs/s1600-h/Bung+Karno+dan+Ahmadiyah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 236px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXeiRZ_Mt2I/AAAAAAAAANI/paeZso3FiAs/s400/Bung+Karno+dan+Ahmadiyah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293878306914744162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bung Karno: Dari Persatuan Nasional Sampai Soal Ahmadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Bonnie Triyana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laksana menguras lautan, membicarakan Bung Karno tak pernah ada habisnya. Selalu saja ada hal menarik untuk didiskusikan.Bulan Juni adalah bulannya Bung Karno. Ia lahir pada 6 Juni 1901, mengemukakan konsep Pancasila untuk kali pertama pada 1 Juni 1945 dan meninggal dunia pada 21 Juni 1970. Tahun ini, karena bertepatan dengan seabad kebangkitan bangsa, hari Pancasila dirayakan secara gegap gempita oleh beberapa elemen masyarakat Indonesia. Namun sayang, sukacita di dalam peringatan tersebut harus ternodai oleh insiden Monas yang menciderai rasa persatuan nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Syafi‘i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah dalam sebuah kesempatan, mengomentari beberapa kejadian akhir-akhir ini, mengatakan perlunya para pemimpin mempelajari kembali gagasan-gagasan Bung Karno dan Bung Hatta. Untuk membina persatuan bangsa kita memang perlu sesekali menengok ke belakang, melihat kembali apa yang dilakukan oleh para pendiri republik ini di dalam menjaga persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemimpin yang berlagak “futuristik”, selalu menganjurkan pentingnya masa depan. Padahal tanpa bercermin ke masa lalu, yang menghasilkan kekinian, sulit rasanya untuk memprediksi masa depan yang cerah. Terlebih ketika masa lalu ditinggalkan begitu saja tanpa pernah memetik pelajaran daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme, Islam, dan Marxisme&lt;br /&gt;Bung Karno menekankan pentingnya persatuan nasional, karena menurutnya hanya itulah benteng terkuat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sejak muda, ia menggandrungi persatuan, seperti yang dia perlihatkan ketika menulis artikel “Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme” pada 1927. Menyatukan semua kekuatan revolusioner (sammenbundelling van alle revolutionaire krachten) demi kemerdekaan Indonesia menjadi tujuan pekerjaan Bung Karno selama bertahun-tahun dan karena itu jualah berulang kali dia masuk penjara kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno seringkali diolok-olok sebagai pemimpi karena berupaya keras menyatukan ketiga golongan yang banyak disebut orang banyak sebetulnya tak mungkin untuk disatukan. Pemahaman Bung Karno mengenai ketiga hal memang berbeda dari pemahaman kebanyakan orang. Menurut Bung Karno, Islam adalah elemen penting yang menebalkan rasa nasionalisme dan menghimpun persaudaraan di kalangan rakyat jajahan. Ia menilai Islam sama sekali tak bertentangan dengan konsep nasionalisme yang digagasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Bung Karno melihat perasaan nasionalisme yang sempit dan terjebak pada sifat chauvinistik justru bertentangan dengan gagasan di dalam Islam. Sementara itu persinggungan antara Marxisme dan Islam yang menurut banyak kalangan bagaikan menyatukan air dan minyak dalam satu wadah sama sekali bukan masalah buat Bung Karno. Dia memandang cita-cita di dalam Marxisme tidak bertentangan dengan Islam, karena Marxisme cuma satu metode untuk memecahkan persoalan-persoalan ekonomi, sosial, politik dan sejarah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bung Karno, nasionalisme harus dapat menyediakan tempat bagi Islam dan kaum Marxis dan sebaliknya Islam juga harus bekerjasama dengan nasionalis dan Marxis. Pertentangan antara agama dengan Marxisme dikesampingkan Soekarno dengan menerima materialisme historis dan menolak falsafah materialis. Tentu saja apa yang dibayangkan oleh Bung Karno tidak sepenuhnya berjalan mulus. Paling tidak ketidakmulusan realisasi pemikiran Bung Karno itu bisa dilihat dari perdebatan-perdebatan yang terjadi di dalam konstituante di tahun 1950-an, terutama antara golongan Islam dengan kelompok lain yang bahkan mengarah kepada perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat sejarawan Onghokham, Bung Karno memiliki kepentingan untuk membuat sebuah front persatuan di dalam melawan penjajahan. Jadi konsep Nasionalisme, Islam dan Marxisme yang dia tulis merupakan bentuk “inovasi politik” yang didasarkan pada realitas politik yang sedang berkembang pada zamannya. Ia melihat Sarekat Islam tumbuh pesat dan berhasil menyatukan umat muslim dalam satu wadah, sementara kelompok Marxis, dalam hal ini PKI, berhasil membawa rakyat untuk muncul sebagai kekuatan progresif yang berani melawan Belanda seperti yang terjadi pada peristiwa pemberontakan tahun 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno teguh mempertahankan keyakinan politiknya itu. Boleh dikata dia terjun ke gelanggang politik untuk kali pertama dengan konsep itu dan sampai saat dia digulingkan oleh Soeharto pun masih kukuh bertahan dengan pendapatnya. Soeharto memaksa Bung Karno untuk membubarkan PKI yang dituduh berada di balik pembunuhan para jenderal. Namun konsep Nasakom yang terlanjur diketahui dunia sebagai pemikiran Bung Karno tak memungkinkan buatnya menghilangkan unsur “kom” dari jagat politik di Indonesia. “Tangkap tikusnya, jangan bakar rumahnya,” demikian ujar Bung Karno menanggapi penyelesaian perkara G.30.S yang membabi-buta oleh Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno memang pemimpin yang teguh di dalam memegang pendirian. Dia tegas dan berani mengatakan tidak di saat dia harus berkata tidak dan berkata iya di saat keadaan mengharuskan dia berbuat sesuatu. Boleh dibilang kalau Bung Karno adalah segelintir pemimpin di dunia yang berani mengatakan “tidak” pada Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman sekarang, ada baiknya menghidupkan kembali semangat persatuan nasional di kalangan rakyat. Karena persatuan nasional yang dirintis oleh Bung Karno itulah bangsa ini tak pernah mengalami balkanisasi, sebagaimana yang terjadi di Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orator Kharismatik&lt;br /&gt;Gaya orasinya yang menawan dan tentu saja keahliannya di dalam menyampaikan pidato-pidatonya, membuat Bung Karno lebih cepat diterima rakyat ketimbang pemimpin politik nasionalis lainnya. Bung Karno pandai menerjemahkan konsep-konsep politik modern ke dalam bahasa yang sederhana dan mudah dicerna oleh sebagian besar rakyat yang mayoritas buta huruf dan miskin. Ia inovatif di dalam membuat metafor-metafor sehingga apa yang disampaikannya selalu menarik hati orang banyak untuk mendengar pidatonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Gunung Kelud meledak? Ia meledak oleh karena lobang kepundannya tersumbat. Ia meledak oleh karena tidak ada jalan bagi kekuatan-kekuatan yang terpendam itu bertumpuk sedikit demi sedikit dan.......Dooor. Keseluruhan itu meletus,” kata Bung Karno dalam sebuah pidatonya di Bandung pada 1922. Dengan perumpamaan letusan Gunung Kelud itu ia menjelaskan kepada rakyat tentang dashyatnya kekuatan rakyat Indonesia bilamana bersatu melawan penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam beberapa pidatonya, terutama di era pergerakan, dia acapkali menggunakan ramalan-ramalan Jayabaya di dalam menjelaskan proyeksi masa depan bangsa Indonesia. Dia seakan sadar bahwa massa rakyat pendukungnya tak sepenuhnya paham mengenai soal-soal di dalam pemikiran Marx atau Ernest Renan. Oleh karena demikian dipinjamlah ramalan Jayabaya tentang berkobarnya perang dan datangan bangsa cebol berkulit kuning yang bertahan seumur jagung. Dan kebetulan apa yang diramalkan oleh Jayabaya dan kemudian dikatakan kembali oleh Bung Karno terbukti di kemudian hari benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan kemerdekaan yang diutarakan oleh Bung Karno juga tak lepas dari pengaruh corak gerakan milerianisme dari abad 19. Kemerdekaan, demikian Bung Karno, adalah jembatan emas yang akan menghubungkan rakyat Indonesia kepada suatu zaman cerah; gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Bung Karno sedang membuat mitos, mitos yang justru berhasil menyatukan rakyat di dalam semangat kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pledoinya yang legendaris, “Indonesia Menggugat”, dia mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan satu hal yang pasti dan hanya menunggu waktu yang tepat saja. “Sedangkan seekor cacing kalau ia disakiti, dia akan menggeliat dan berbalik-balik. Begitu pun kami. Tidak berbeda daripada itu,” ujar Bung Karno pada majelis hakim landraad Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno sadar dengan pilihan hidup yang telah dia tempuh. Penjara bukan akhir perjuangannya. Pilihan hidup bekerja mapan sebagai pegawai pemerintah kolonial ditampiknya demi berjuang memerdekakan rakyat Indonesia. “Cobalah bayangkan ketegangan dari masa ini. Kami adalah pelopor-pelopor revolusi. Bersumpah untuk menggulingkan pemerintah. Dan Sukarno ‘“ menjadi duri yang paling besar. Setiap hari tajuk rencana menentangku dan tak pernah terluang waktu barang sejam di mana aku tidak dikejar-kerja oleh dua orang detektif atau beberapa orang mata-mata semacam itu,” kata Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno dan Ahmadiyah&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini terjadi kontroversi yang luar biasa hebatnya mengenai perlu atau tidaknya Ahmadiyah di Indonesia dibubarkan. Persoalan ini bahkan berujung pada insiden Monas, 1 Juni 2008. Cilakanya, insiden itu terjadi pada saat hari Pancasila diperingati, saat yang seharusnya dirayakan sebagai hari keberagaman di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Ahmadiyah menurut Bung Karno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 25 November 1935, Bung Karno menulis artikel yang berjudul Tidak Percaya Bahwa Mirza Gulam Ahmad Adalah Nabi. Artikel itu dia tulis sehubungan adanya isu yang menyebut-nyebut bahwa Bung Karno turut mendirikan organisasi Ahmadiyah di Indonesia dan juga menjadi anggotanya. Isu itu konon disebarluaskan oleh agen intelijen pemerintah kolonial, PID (Politieke Inlichtingen Dients), untuk mendiskreditkan Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya itu Bung Karno menolak tuduhan bahwa dia adalah jemaat Ahmadiyah. Bung Karno menulis, "Saya bukan anggota Ahmadiah. Jadi mustahil saya mendirikan cabang Ahmadiah atau menjadi propagandisnya. Apalagi buat bagian Celebes! Sedang pelesir ke sebuah pulau yang jauhnya hanya beberapa mil saja dari Endeh, saya tidak boleh! Di Endeh memang saya lebih memperhatikan urusan agama daripada dulu. Di samping saya punja studi sociale wetenschappen, rajin jugalah saya membaca buku-buku agama. Tapi saya punya ke-Islam-an tidaklah terikat oleh sesuatu golongan. Dari Persatuan Islam Bandung saya banyak mendapat penerangan; terutama personnya tuan A. Hassan sangat membantu penerangan bagi saya itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno menampik dikatakan sebagai anggota Ahmadiyah. Ia lebih suka disebut sebagai seorang penganut Islam yang tak terikat dengan satu golongan apa pun. Dan dari tulisannya itu tampak bahwa Bung Karno adalah pembelajar agama Islam yang tekun dan serius, yang mau belajar kepada siapa pun, termasuk kepada kalangan Persatuan Islam (Persis). Ia menempatkan soal belajar hal-hal keagamaan dalam Islam sebagaimana dia juga membaca buku-buku ilmu sosial (Sociale Wetenschappen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian melanjutkan, "Mengenai Ahmadiah, walaupun beberapa pasal di dalam mereka punya visi saya tolak dengan yakin, toh pada umumnya ada mereka punya features yang saya setujui: mereka punya rationalisme, mereka punya kelebaran penglihatan (broadmindedness), mereka punya modernisme, mereka punya hati-hati terhadap kepada hadist, mereka punya striven Qur'an saja dulu, mereka punya systematische aannemelijk makingvan den Islam. Oleh karena itu, walaupun ada beberapa pasal dari Ahmadiah tidak saya setujui dan malahan saya tolak, misalnya mereka punya "pengeramatan" kepada Mirza Gulam Ahmad, dan kecintaan kepada imperialisme Inggris, toh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerangan yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasionel, modern, broadminded dan logis itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pandangan Bung Karno terhadap Ahmadiyah. Ada beberapa soal di dalam ajaran Ahmadiyah yang dia terima sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang rasionil. Tapi ada pula yang dia tolak mentah-mentah, terutama sekali soal “pengeramatan” yang berlebihan pada Mirza Gulam Ahmad sampai-sampai muncul anggapan dari jemaatnya bahwa dia nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut memperlihatkan sikap toleransi dan kemampuan Bung Karno di dalam memahami sebuah persoalan. Dia tidak bersikap gebyah uyah, pukul rata sembarangan. Bung Besar itu bahkan tidak menghakimi “haram” atau membebani “dosa” pada jemaat Ahmadiyah. Sikap toleransi yang disertai tingkat intelektual yang tinggi itu membuatnya bisa mendalami sebuah permasalahan serumit dan sepelik apa pun itu. Bahkan, ketika dia sudah menjadi presiden Republik Indonesia, belum sekalipun terdengar ada perintah untuk membubarkan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya tidak berlebihan untuk menginterpretasikan sikap toleransi Bung Karno tersebut sebagai bukti bahwa dia membangun negara ini bukan untuk satu atau dua golongan saja, melainkan buat seluruh rakyat Indonesia dari golongan mana pun selama dia berkomitmen penuh dan loyal pada Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.jurnalnasional.com/?media=KR&amp;amp;cari=kelud&amp;amp;rbrk=&amp;amp;id=52488&amp;amp;pagekr=0&amp;amp;bkr=true&amp;amp;nkr=true&amp;amp;pagebn=0&amp;amp;bbn=false&amp;amp;nbn=&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-6544567436625285000?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/6544567436625285000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=6544567436625285000' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/6544567436625285000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/6544567436625285000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2009/01/bung-karno-dan-ahmadiyah.html' title='Bung Karno dan Ahmadiyah'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SXeiRZ_Mt2I/AAAAAAAAANI/paeZso3FiAs/s72-c/Bung+Karno+dan+Ahmadiyah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-571268609810724211</id><published>2008-11-05T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T23:32:42.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cak Nun Klarifikasi Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cak Nun datangi Ahmadiyah Berlin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah di Berlin'/><title type='text'>Cak Nun dan Komunitas Ahmadiyah Berlin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SRKdFmHVxdI/AAAAAAAAAMo/QGe3g4QbXFM/s1600-h/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SRKdFmHVxdI/AAAAAAAAAMo/QGe3g4QbXFM/s400/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265443633805772242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Cak Nun dan Komunitas Ahmadiyah Berlin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;http://www.padhangmbulan.com/ info/4-berita/ 121-ahmadiyah- berlin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Emha dan Novia menyempatkan bertemu dengan Jemaat Ahmadiyah, berikut ini adalah penuturan Emha yang disampaikan melalui email; Selama ini terdapat kesalahpahaman dan disinformasi serius tentang 'kasus' Ahmadiyah di Indonesia. Berita-berita yang sampai ke masyarakat Ahmadiyah di sejumlah Negara menyebutkan bahwa yang terjadi di Indonesia bukan hanya aktivitas Ahmadiyah dilarang, tapi juga para pimpinan atau Imam-Imam Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, dibunuh. Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. "Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaat Ahmadiyah dan Kaum Muslimin di Jerman mengalami berbagai 'ujian'. Berdirinya Masjid Khadija mendapat tentangan keras dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat yang dulunya adalah rakyat DDR atau Negara sosialisme Jerman Timur yang memang tidak punya pengalaman berinteraksi dengan Ummat Islam. Tidak sedikit di antara masyarakat lokal tersebut yang bukan hanya fobi atau bahkan anti-Islam, tapi juga belum bisa menerima pergaulan dengan "orang asing" dengan Agama apapun. Akan tetapi konstitusi Negara Jerman mensyahkan berdirinya Masjid itu dan secara konsekwen aparat kepolisian menjaga keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk 'memastikan' pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab "Tadzkiroh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini yang dimengerti oleh banyak kalangan di Indonesia, alasan kenabian Mirza Ghulan Ahmad adalah menyangkut "khataman-nabiyyin" atau penutup para Nabi. Menurut tafsir Ahmadiyah, kata "khatam" bukan bermakna "penutup" melainkan "cincin". Muhammad SAW adalah "cincin"nya para Nabi, semacam mutiara indah para Nabi. Argumentasi kedua menyangkut Hadits Nabi Muhammad SAW tentang pelaku hijrah yang terakhir, di mana Ulama Ahmadiyah berbeda pendapat dengan Ulama lain tentang salah satu kata dari kalimat Hadits itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha mengatakan Imam Ahmadiyah di Berlin itu menyatakan dengan tegas bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Argumentasi utamanya adalah kalau sesudah Muhammad SAW tidak ada Nabi, maka Nabi Isa tidak akan bisa turun lagi ke bumi sebagai Al-Masih atau Messiah atau Ratu Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. "Justru Mirza Ghulam Ahmad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan keagungan dan keindahan Rasulullah Muhammad SAW", kata Emha menirukan Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin), "Muhammad adalah Maestro, Mirza Ghulam Ahmad hanya salah seorang murid beliau, pengagum beliau, pecinta beliau, sehingga kesungguhan cintanya membuat Allah memberinya wahyu dan mengangkatnya sebagai Nabi yang bertugas menyebarkan Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kitab Tadzkiroh adalah wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksudkan untuk menjunjung keindahan Al-Quran dan turut menyebarkan kebenaran dan keindahannya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian luar maupun dalam Masjid Khadija yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah itu terdapat berbagai tanda dan tulisan-tulisan sebagaimana yang terdapat pada Masjid Ummat Islam pada umumnya: kaligrafi "Allah", "Muhammad", "Syahadatain" , nama-nama Khalifah Empat, Asmaul Husna, di bagian atap dalam Masjid tertulis ayat "Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub" (Niscaya dengan mengingat Allah-lah ketenangan hati didapatkan). "Semua yang saya kemukakan ini hanya report dan tidak ada opini saya sendiri", kata Emha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-571268609810724211?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/571268609810724211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=571268609810724211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/571268609810724211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/571268609810724211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/11/cak-nun-dan-komunitas-ahmadiyah-berlin.html' title='Cak Nun dan Komunitas Ahmadiyah Berlin'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SRKdFmHVxdI/AAAAAAAAAMo/QGe3g4QbXFM/s72-c/cak+Nun+dan+Ahmadiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-660742717094042197</id><published>2008-09-16T20:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T20:19:38.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FPI demo Kedubes Arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah haji ke Mekkah'/><title type='text'>Berita Nasional</title><content type='html'>&lt;p&gt;    Selasa, 16/09/2008 10:58 WIB&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(Karena selama ini anggota Ahmadiyah naik hajinya ke Mekkah, FPI demo Kedubes Arab Saudi)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demo Kedubes Arab Saudi, FPI Minta Ahmadiyah Tak Dihajikan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    Novia Chandra Dewi - detikNews&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Jakarta - Iring-iringan 15 motor dan 1 mobil pick up penuh stereo set rombongan Front Pembela Islam (FPI) tiba di Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi. Massa FPI meminta jemaat Ahmadiyah tak diizinkan beribadah haji.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Sebanyak 50 anggota FPI datang dari markasnya di Petamburan, Jakarta Barat ke Kedubes Arab Saudi, Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (16/9/2008) pukul 10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kita memprotes orang-orang Ahmadiyah untuk berangkat haji. Karena kuota kaum muslim diganti dengan kaum Ahmadiyah," ujar Ustad H Jafar Sidik dalam orasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mereka juga meminta pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mencekal jemaat Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kami meminta mencekal anggota Ahmadiyah yang sudah mendaftarkan haji dan tidak memberikan visa buat mereka. Supaya mereka tidak menginjak kota Mekah dan Madinah," teriak Jafar yang langsung disambut teriakan takbir para anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tak hanya itu, mereka juga membagi-bagikan selebaran yang berisi tuntutannya. Dalam selebaran itu, mereka juga memprotes berangkatnya anggota Komisi VIII Theodorus JK, yang nonmuslim, memantau pelaksanaan haji di Arab Saudi pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Para anggota FPI yang berdiri di pagar Kedubes Arab Saudi dikawal 50 personel kepolisian dan petugas keamanan dalam dari Kedubes. Demo ini menutup 1 lajur dari 3 lajur ke arah Kuningan, sehingga lalu lintas tersendat.(nwk/ asy)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/16/ 105841/1006952/ 10/demo-kedubes- arab-saudi, -fpi-minta- ahmadiyah- tak-dihajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-660742717094042197?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/660742717094042197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=660742717094042197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/660742717094042197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/660742717094042197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/berita-nasional.html' title='Berita Nasional'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-3919974860286752076</id><published>2008-09-16T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T20:06:42.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='King Abdullah dan Kedamaian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pidato King abdullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='King Abdullah Toleran'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNByqncCXuI/AAAAAAAAAJM/Jrs_3d76uUk/s1600-h/Abdullah+and+paus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNByqncCXuI/AAAAAAAAAJM/Jrs_3d76uUk/s400/Abdullah+and+paus.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246819642353278690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KONFERENSI DUNIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sambutan Raja Abdullah bin Abdulaziz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(Konferensi Dunia tentang Dialog&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Madrid – Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa, yang telah mewahyukan dalam&lt;br /&gt;Kitab Suci-Nya: "Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah&lt;br /&gt;menciptakan kamu (terdiri) dari lelaki dan perempuan, dan Kami&lt;br /&gt;jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling&lt;br /&gt;mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang&lt;br /&gt;paling bertakwa."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Damai dan rahmat atas Nabi Muhammad dan atas seluruh nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Mulia, sahabatku, Juan Carlos, Raja Spanyol:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat yang terhormat: Selamat datang, dan saya ucapkan&lt;br /&gt;terima kasih kepada Anda yang telah menjawab undangan kami dan hadir&lt;br /&gt;dalam dialog ini. Saya menghargai segala upaya yang anda lakukan&lt;br /&gt;dalam melayani kemanusiaan. Saya haturkan penghargaan setinggi-&lt;br /&gt;tingginya kepada sahabat-sahabat saya, Yang Mulia Raja Juan Carlos&lt;br /&gt;dan Kerajaan Spanyol, serta rakyatnya yang penuh keramahan menyambut&lt;br /&gt;berkumpulnya kita dalam konferensi ini di tanah air mereka, sebuah&lt;br /&gt;wilayah yang memiliki warisan bersejarah dan peradaban di antara umat-&lt;br /&gt;umat beragama, dan yang telah menjadi saksi koeksistensi antara&lt;br /&gt;rakyat dari berbagai suku bangsa, agama, dan kebudayaan, dan yang&lt;br /&gt;memberi sumbangan, bersama peradaban-peradaban lain, bagi kemajuan&lt;br /&gt;umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang terhormat: saya datang kepada Anda dari tempat&lt;br /&gt;yang dekat dengan hati semua Muslim, tanah tempat Dua Masjid Suci,&lt;br /&gt;membawa sebuah pesan dari dunia Islam, yang mewakili para sarjana dan&lt;br /&gt;pemikirnya yang belum lama ini bertemu dalam lingkup Baitullah. Pesan&lt;br /&gt;ini menyatakan bahwa Islam merupakan sebuah agama yang tidak berlebih-&lt;br /&gt;lebihan dan bertenggang rasa; sebuah pesan yang menyerukan bagi&lt;br /&gt;dialog konstruktif di antara umat beragama; sebuah pesan yang&lt;br /&gt;berjanji membuka sebuah halaman baru bagi umat manusia yang di&lt;br /&gt;dalamnya – Insya Allah – musyawarah akan menggantikan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang terhormat: Kita semua percaya pada Tuhan yang&lt;br /&gt;Maha Esa, yang mengirimkan para utusan-Nya demi kebaikan umat manusia&lt;br /&gt;di dunia ini dan akhirat nanti. Sudah kehendak-Nya, Maha Besar Allah,&lt;br /&gt;bahwa manusia harus berbeda dalam keyakinan. Jika Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Kuasa berkehendak, semua manusia akan memiliki agama yang sama. Kita&lt;br /&gt;bertemu hari ini untuk menegaskan bahwa agama-agama yang dikehendaki&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Kuasa demi kebahagiaan umat seharusnya menjadi sarana&lt;br /&gt;untuk memastikan terwujudnya kebahagiaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wajib hukumnya bagi kita untuk menyatakan kepada dunia&lt;br /&gt;bahwa perbedaan tidak harus menyebabkan konflik dan konfrontasi, dan&lt;br /&gt;untuk menyatakan bahwa tragedi-tragedi yang telah terjadi dalam&lt;br /&gt;sejarah manusia tidak ada hubungannya dengan agama, tetapi merupakan&lt;br /&gt;akibat dari ekstremisme yang sebagian umat dari setiap agama ilahiah,&lt;br /&gt;dan dari setiap ideologi politik, telah pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat manusia dewasa ini sedang menderita akibat hilangnya nilai-nilai&lt;br /&gt;dan kerancuan konseptual, dan sedang melalui sebuah tahapan kritis di&lt;br /&gt;mana, terlepas dari segala kemajuan ilmu pengetahuan yang ada, kita&lt;br /&gt;sedang menyaksikan berkembang biaknya kejahatan, meningkatnya&lt;br /&gt;terorisme, terpecahnya keluarga, pemberontakan pikiran-pikiran kaum&lt;br /&gt;muda akibat penyalahgunaan obat-obatan, pemerasan yang lemah oleh&lt;br /&gt;yang kuat, dan kecenderungan- kecenderungan rasis penuh kebencian. Ini&lt;br /&gt;semua merupakan akibat dari kekosongan spiritual yang diderita orang&lt;br /&gt;karena mereka melupakan Tuhan, dan Tuhan menyebabkan mereka melupakan&lt;br /&gt;diri mereka sendiri. Tidak ada penyelesaian bagi kita selain&lt;br /&gt;menyepakati sebuah kesatuan pendekatan, melalui dialog di antara&lt;br /&gt;agama dan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang terhormat: Kebanyakan dialog di masa lalu&lt;br /&gt;gagal karena mereka telah terpuruk menjadi tempat saling menuding&lt;br /&gt;yang memusatkan perhatiannya pada perbedaan-perbedaan yang ada dan&lt;br /&gt;melebih-lebihkannya ; dengan upaya-upaya mandul yang justru semakin&lt;br /&gt;memperburuk dan bukannya meredakan ketegangan, atau karena mereka&lt;br /&gt;mencoba untuk mencampurkan agama dan keyakinan dengan alasan untuk&lt;br /&gt;mempererat persatuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah upaya yang sama-sama tidak akan membuahkan hasil&lt;br /&gt;karena umat tiap-tiap agama memiliki iman yang teguh terhadap&lt;br /&gt;keyakinan mereka masing-masing, dan tidak akan menerima pilihan lain&lt;br /&gt;yang ditawarkan. Jika kita ingin pertemuan bersejarah ini berhasil,&lt;br /&gt;kita harus memusatkan perhatian pada persamaan-persamaan yang&lt;br /&gt;menyatukan kita, yaitu iman yang kuat kepada Tuhan, prinsip-prinsip&lt;br /&gt;yang mulia, dan nilai-nilai moral yang tinggi, yang merupakan&lt;br /&gt;intisari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang terhormat: Manusia dapat menjadi penyebab&lt;br /&gt;kehancuran planet ini dan semua yang ada di dalamnya. Tapi manusia&lt;br /&gt;juga mampu mengubahnya menjadi sebuah oasis perdamaian dan ketenangan&lt;br /&gt;tempat para umat berbagai agama, keyakinan, dan filosofi dapat hidup&lt;br /&gt;berdampingan, dan orang dapat bekerja sama satu dengan yang lain&lt;br /&gt;dalam sikap saling menghormati, dan mengatasi berbagai permasalahan&lt;br /&gt;melalui dialog, bukan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia juga mampu – dengan rahmat Allah – memusnahkan kebencian&lt;br /&gt;dengan cinta, dan kemunafikan dengan toleransi, yang dengan demikian&lt;br /&gt;memungkinkan semua umat manusia menikmati martabat yang telah&lt;br /&gt;dianugerahkan Yang Maha Kuasa kepada mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang terhormat: Marilah kita jadikan dialog kita&lt;br /&gt;sebagai sebuah kemenangan keyakinan atas ketidakyakinan, kebajikan&lt;br /&gt;atas kejahatan, keadilan atas ketidakadilan, perdamaian atas konflik&lt;br /&gt;dan perang, dan persaudaraan manusia atas rasisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bersama Tuhan kita memulai, dan kepada-Nya kita memohon&lt;br /&gt;pertolongan. Saya mengulurkan sambutan dan menghaturkan penghargaan&lt;br /&gt;tulus saya kepada Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih dan damai bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Raja Abdullah bin Abdulaziz adalah Raja Kerajaan Arab Saudi.&lt;br /&gt;Konferensi Dunia tentang Dialog berlangsung di Madrid pada 16-18 Juli&lt;br /&gt;2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Artikel ini disebarluaskan oleh Kantor Berita Common Ground&lt;br /&gt;(CGNews) dan dapat dibaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-3919974860286752076?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/3919974860286752076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=3919974860286752076' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3919974860286752076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3919974860286752076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam_5284.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNByqncCXuI/AAAAAAAAAJM/Jrs_3d76uUk/s72-c/Abdullah+and+paus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1383672414361785073</id><published>2008-09-16T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:44:12.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup sederhana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosok informal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teladan kesederhanaan'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Rasulullah SAW Teladan Praksis Kesederhanaan&lt;br /&gt;Oleh : Hdh. Mirza Masroor Ahmad&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memberikan ajaran bahwa janganlah menganggap barang-barang materiil itu segalanya. Kesenangan dan barang-barang yang baik di dunia adalah untuk manfaat kita dan kita harus mengambil manfaatnya.  Tetapi juga harus diingat bahwa semuanya untuk mencari ridha Allah. Jika ingin memperoleh ridha Allah maka harus menjalani hidup sederhana dan mendapatkan serta merasakan kepuasan hati yang merupakan jalan untuk meraih kesenangan dan ridha Allah Taala tersebut. Ini adalah cara untuk memperoleh kedekatan kepada Allah. Jadi jika kamu sedang sibuk dan bersemangat dalam mencari kesenangan duniawi serta melupakan tugas terhadap Allah, maka sedikit demi sedikit yang demikian itu akan menjadi sembahan dan dambaanmu.&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman Kami telah berikan kepadamu barang yang baik-baik dari dunia ini sehingga Kami dapat mengujinya.  Barang-barang keperluan dari Tuhan adalah yang terbaik dan itulah yang akan berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Allah berfirman janganlah kalian menganggap bahwa semua keperluan barang duniawi dan barang-barang materil itu di atas segalanya dan janganlah melihat barang tersebut sebagai godaan yang sedemikian bahwa hal itu adalah anugerah yang besar. Adalah memang benar bahwa barang-barang itu merupakan sebuah anugerah dan Allah telah menciptakan barang-barang materil ini, tetapi keridhaan Tuhan itulah yang harus diutamakan di dalam pikiran kalian. Kalau tidak begitu, maka anugerah tersebut akan membawamu menjauh dari Tuhan. Kemudian barang-barang ini tidak lagi menjadi anugerah namun menjadi satu kutukan. Oleh karena itu dikatakan bahwa kalian harus berusaha dan mencari untuk perbekalan dari Allah. Untuk menerangkannya apa yang dinamakan perbekalan dari Tuhan itu? Yaitu untuk membungkukkan diri di hadapan-Nya, untuk bersujud di depan-Nya dan menyerahkan diri kepada-Nya serta mengikuti ketakwaan. Standar yang tinggi inilah yang telah ditunjukkan dalam praktek YM. Rasulullah SAW dan yang telah beliau nasihatkan agar kita mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengangkat Rasulullah SAW sebagai nabi pembawa syariat terakhir. Melalui beliaulah semua syariat kenabian itu tertutup. Tetapi dengan anugerah yang besar ini, YM. Rasulullah SAW tidak memperlihatkan sesuatu kekuasaannya. Dan dalam kehidupan beliau itu kami tidak melihat dipertunjukkannya mahkota dan kekuasaan. Tetapi beliau menciptakan kesederhanaan dan rasa kepuasan hati di dalam kehidupannya. Karena beliau benar-benar mengerti akan perintah-perintah dari Allah dan hukum syariat yang diturunkan kepada beliau. Dengan bekerja sesuai perintah tersebut, beliau saw menegakkan standard yang tinggi dalam hal kepuasan beliau di mana para pengikut beliau harus berusaha untuk mengikutinya. Sesuai perintah Allah beliau menerangkan kepada para pengikutnya tentang ajaran mana yang harus diikuti oleh mereka.&lt;br /&gt; Kitab Suci Al-quran menyebutkannya di dalam Surah Al-Ankabut (29:55):&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;yang artinya:&lt;br /&gt;Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan sendau gurau dan permainan. Dan sesungguhnya rumah di akhirat itulah kehidupan yang hakiki, seandainya mereka mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kehidupan di dunia ini adalah sebuah senda gurau dan permainan, tak ada lainnya di samping itu, kenyataannya, kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat itulah, jika mereka mengetahuinya. Jadi nabi harus memberitahukannya kepada orang lain juga tentang ajaran yang sudah diwahykan ini. Beritahukan kepada pengikut-mu bahwa dunia ini tidak lain hanyalah sport dan permainan, dan kalian harus memikirkan kehidupan akhirat nanti. Kalian harus menggunakan barang materiil ini, tetapi jangan menjadikan barang materiil ini sebagai tujuan hidup kalian.&lt;br /&gt;Hidup sederhana, perasaan puas dan mengingat Allah itulah yang akan bermanfaat dan akan memperoleh berkat-berkat Allah. Bukannya melibatkan diri dalam senda gurau dan permainan ini serta menuruti kehidupan kesenangan duniawi, adalah baik jika dapat bekerja berdasarkan perintah dari Allah dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya. Jadi, inilah ajaran yang diberikan oleh YM. Rasulullah SAW kepada kita. Orang yang memberikan ajaran ini kepada kita, yang standard ketakwaannya sangat istimewa dan beliau SAW adalah nabi pembawa syariat Tuhan yang terakhir, yang Anda dapat lihat betapa bagus contoh karakternya ini. Dalam berbagai aspek dari kehidupan beliau SAW, maka hal ini selalu menjadi perhatiannya. Di rumahnya, beliau tinggal dengan amat sederhana sekali, sedemikian rupa sehingga andak-anak di dalam rumah pun menjadi amat terkesan, Dua dari cucu beliau tercinta tidak pernah memiliki perasaan bahwa mereka itu adalah cucu dari seseorang yang bahkan para pengikutnya tidak akan membiarkan air bekas mengambil wudhunya jatuh terbuang sia-sia, sehingga kita harus hidup seperti princes anak-anak raja. YM. Rasulullah SAW dengan cara prakteknya menanamkan kepada anak-anak yang ada di dalam rumah beliau selalu hidup dalam kesederhanaan dan kemiskinan, dan inilah yang memberikan kepada saudara kebesaran.&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa Hussein bin Ali r.a. berkata bahwa  ada orang-orang yang jika menunjukkan kecintaannya mereka biasa mengutarakan cintanya kepada kami, tetapi hanya kecintaan islami, karena Utusan dari Allah ini biasa bersabda janganlah meninggikan saya lebih dari apa yang menjadi hak saya, karena Allah telah menciptakan saya terlebih dahulu dan baru kemudian Allah mengangkat kami sebagai Rasul. Inilah training yang dengan praktek yang diberikan kepada sanak saudaranya di rumah serta menjelaskan kepada mereka dan memperlihatkan dalam praktek sehari-harinya bahwa saya adalah seorang hamba Tuhan yang rendah. Dengan tingginya standard dari ibadah, Allah telah memberikan kepadaku kedudukan kedekatan kepada-Nya. Kita juga harus terus mengikuti kehidupan yang bersahaja ini, kerendahan hati dan kemiskinan. Kemudian Allah juga akan memperlihatkan kepadamu jalan untuk ke kedekatan pada-Nya. Satu kali beliau saw bersabda bahwa saya adalah seorang pemimpin umat manusia, tetapi saya tidak ada kebanggaan dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Hussein r.a. telah menyebutkan satu hal dari tradisi bahwa Hadhrat Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa beliau mendengar Hadhrat Omar menyampaikan hadits ini di atas mimbar bahwa saya mendengar YM. Rasulullah SAW bersabda bahwa jangan memberikan pujian kepada saya secara berlebih-lebihan, seperti halnya orang-orang Kristiani lakukan untuk Ibnu Maryam, saya hanyalah seorang hamba Allah wa qulu Abdullahi wa Rasulihi maka katakanlah kepada saya bahwa saya itu adalah hamba Tuhan dan Rasul-Nya. Dengan kerendahannya ini dan kehidupannya yang bersahaja ini maka akibatnya ialah jika ada orang asing atau pendatang baru di mana beliau duduk bersama-sama maka mereka tidak mengetahui yang mana Rasulullah SAW itu, karena beliau biasa membuat pertemuan itu sederhana dan informal, sehingga pendatang baru ini tidak dapat mengenalinya. Dikatakan bahwa dalam pertemuan yang sedemikian itu, ketika YM. Rasulullah SAW setelahnya hijrah sampai Medinah, ditengah hari dengan sinar matahari yang panas. YM. Rasulullah SAW duduk dibawah bayangan sebuah pohon dan orang-orang dalam jumlah yang banyak datang menjumpai beliau. Hadhrat Abubakar juga ada bersama beliau SAW yang umurnya sepantar. Orang-orang Medinah mengatkan bahwa mereka tidak pernah melihat YM. Rasulullah SAW sebelumnya. Karena Hadhrat Abubakar duduk dekat beliau, maka mereka tidak dapat membedaknnya, beliau adalah begitu bersahaja dan merendah sehingga orang-orang mengira bahwa Abubakar itulah yang Rasulullah SAW. Ketika Abubakar menyadarinya maka beliau berdiri dan menaungi YM. Rasulullah SAW yang dengan itu mereka dapat menyadari yang mana YM. Rasulullah SAW itu.&lt;br /&gt;Ada lagi riwayat dari Sharif bin Abdullah yang menyampaikan bahwa saya mendengar Anas bin Malik menyatakan bahwa satu kali kami duduk bersama YM. Rasulullah SAW di dalam mesjid. Seseorang yang menunggang unta datang, ia mengikatkan untanya ke mesjid dan berkata siapakah yang Muhammad di antara kalian? YM. Rasulullah SAW sedang duduk bersandarkan bantal, kita katakan bahwa orang yang berkulit cerah dan duduk bersandarkan bantal adalah ia itu. Ia berkata lagi apakah Anda anak dari Abdul Mutalib? YM. Rasulullah SAW menjawab ya. Ia berkata selanjutnya bahwa saya akan bertanya kepada Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang keras, apakah Anda tidak akan merasa tersinggung? YM. Rasulullah SAW berkata Anda boleh menanyakan apa saja yang kamu suka. Orang asing ini berkata bahwa saya sudah menyebutkan hidup yang sederhana, tetapi biarlah saya menyampaikannya kepada Anda. Ia bertanya, dengan bersumpah kepada Allah, saya bertanya apakah Allah telah mengutus Anda kepada orang-orang? Rasulullah SAW bersabda: ya. Kemudian ia berkata saya bertanya kepada Anda dengan sumpah apakah Anda itu shalat dalam hari-hari dan juga berpuasa? Rasulullah SAW berkata: ya. Kemudian ia berkata di atas sumpah saya bertanya kepada Anda bahwa barang siapa yang kaya Anda harus mengambil zakat dari mereka dan membagikannya di antara orang yang miskin? YM. Rasulullah SAW bersabda: ya. Ia berkata, ajaran apa pun yang Anda bawa saya mempercayainya dan saya adalah wakil dari Bangsa bin Bakar, saya adalah saudaranya dan saya mewakili beliau; saya mempercayai Anda.&lt;br /&gt;Jadi masyarakat yang bersahaja dan informal itulah YM Rasulullah saw bersama para sahabat beliau SAW. YM. Rasulullah SAW menunjukkan dengan perbuatan dan memberikan contoh untuk kita semua, yaitu untuk memperbaiki standar hidup kita dan bukan hanya untuk didengarkan sebagai cerita dongengan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1383672414361785073?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1383672414361785073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1383672414361785073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1383672414361785073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1383672414361785073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam_3022.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-3471331820090985952</id><published>2008-09-16T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:35:33.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim Moderat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Mis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam moderat versus ektremis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleransi dalam islam'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBsedTqnSI/AAAAAAAAAJE/A4pweDh4cvg/s1600-h/zuhairi+misrawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBsedTqnSI/AAAAAAAAAJE/A4pweDh4cvg/s400/zuhairi+misrawi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246812836405615906" /&gt;&lt;/a&gt;Menyemai Islam yang Indonesiawi&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;OLEH: ZUHAIRI MISRAWI&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Intelektual Muda NU, Alumnus Universitas al-Azhar Kairo- Mesir; Koordinator Jaringan Islam Emansipatoris; dan Pimred Jurnal PERSPEKTIF PROGRESIF.&lt;br /&gt;FASILITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan bom di Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa hari lalu menyisakan kegelisahan. Kendatipun bom yang diledakkan M Nuh masuk dalam kategori kecil, peristiwa tersebut tetap merupakan pesan dan simbol anti-Amerika.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah sikap ekstrem dengan merakit dan meledakkan bom di tempat-tempat umum, yang memakan korban sebagian besar adalah umat seagama dan sebangsa, dapat dibenarkan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, secara otomatis kita semua akan memberikan jawaban bahwa tidak sepatutnya seorang yang memahami ajaran agama dengan baik dan benar melakukan tindakan teror dan aksi kekerasan lainnya.&lt;br /&gt;Masalah utama yang perlu mendapat perhatian dari pelbagai pihak adalah fenomena menguatnya ekstremisme. Khaled Abou el-Fadl dalam The Great Theft: Wrestling Islam from the Extremists menuturkan bahwa gerakan ekstremis yang berbasis agama makin menguat. Kendatipun jumlah mereka relatif sedikit, tetapi mereka mempunyai pengaruh yang cukup besar.&lt;br /&gt;Moderatisme vs ekstremisme&lt;br /&gt;Secara sosiologis, sikap ekstrem yang dilakukan oleh sebagian kelompok tidak semata-mata merupakan dorongan agama, melainkan mempunyai akar-akar sosiologis. Yang paling kentara adalah faktor modernitas yang melahirkan pseudoliberalisasi, yaitu liberalisasi yang makin menyengsarakan rakyat. Ada agenda tersembunyi di balik liberalisasi yang tidak sejalan dengan visi dan misi agama untuk pembebasan dan keberpihakan terhadap mereka yang miskin. Karena itu, menurut Khaled, sikap ekstremis merupakan sebuah sikap perlawanan terhadap modernitas.&lt;br /&gt;Di samping itu, munculnya ekstremisme berkaitan dengan arus besar indoktrinisasi faham keagamaan yang bernuansa kekerasan, seperti faham bunuh diri dan terorisme. Di era teknologi ini, pengaruh-pengaruh luar amat mudah diakses oleh publik di Tanah Air. Akibatnya, faham keagamaan yang bernuansa kekerasan makin mudah memengaruhi mereka yang tidak mempunyai faham keagamaan yang mendalam.&lt;br /&gt;Di sini dalam konteks keindonesiaan diperlukan pemikiran besar, terutama dalam rangka merancang-bangun keberagamaan moderat yang bersumber dari teks-teks keagamaan yang mampu menyesuaikan diri dengan konteks dan lokalitas. Faham keagamaan yang mempunyai orientasi pada kemanusiaan dan moralitas.&lt;br /&gt;Muhammad Thahir bin ’Asyur dalam Maqâshid al-Syarî'ah menyatakan bahwa upaya mewujudkan kehidupan yang adil dan damai merupakan tujuan utama dari agama, terutama Islam.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, praktik keagamaan kalangan Muslim Indonesia sesungguhnya mempunyai keistimewaan tersendiri dalam rangka membangun keberagamaan yang moderat, serta menolak ekstremisme. Adanya kontrak politik di antara umat Muslim dengan umat-umat agama lain dalam Pancasila dan UUD 1945 menunjukkan salah satu bukti kuatnya sikap moderat, terutama dalam rangka membangun kebersamaan di tengah kebhinnekaan. Di sinilah masyarakat Muslim Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri, terutama bila dibandingkan dengan masyarakat Muslim di negara lainnya.&lt;br /&gt;Karenanya, sikap moderat mempunyai tujuan yang amat mulia untuk membangun toleransi dan kebersamaan. Tentu saja, yang masih harus diperjuangkan secara terus-menerus adalah memperkecil volume kebencian dan kekerasan antara sesama anak bangsa.&lt;br /&gt;Indonesiawi&lt;br /&gt;Dalam konteks kebangsaan, kita semua mempunyai tanggung jawab yang amat berat agar capaian-capaian yang telah diraih oleh para pendiri bangsa ini dapat terus dipelihara. Di sinilah arti penting prinsip, menjaga masa lalu yang sudah baik, dan mengambil hal-hal masa kini yang lebih baik. Khazanah masa lalu berupa keislaman yang indonesiawi sebagaimana diwariskan para pendahulu kita harus dijadikan sebagai modal untuk mempererat kebangsaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan.&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu yang cukup panjang, bangsa ini bisa hidup damai dalam kebhinnekaan. Karena itu, jalan untuk menyemai hidup damai dalam pluralitas tersebut adalah mengembangkan faham keagamaan yang bernuansa moderatisme dan mengubur faham keagamaan yang bernuansa ekstremisme. Apalagi sebagian besar, kalangan Muslim Indonesia, adalah moderat, maka modal ke arah itu sangat besar. www.kompas.com&lt;br /&gt;http://www.islamemansipatoris.com/artikel.php?id=558&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-3471331820090985952?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/3471331820090985952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=3471331820090985952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3471331820090985952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3471331820090985952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam_6056.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBsedTqnSI/AAAAAAAAAJE/A4pweDh4cvg/s72-c/zuhairi+misrawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-3574747543933640777</id><published>2008-09-16T19:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:30:22.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah progresif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah bil hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah akhlakul karimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah tanpa caci maki'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Menggagas Dakwah Progresif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Oleh: Muhtadin AR&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peneliti Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Jakarta &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; Kasus Yusnari Yosra, seorang khotib Jum’at di masjid DPRD DKI Jakarta, dalam khutbahnya sebulan lalu (25/8) menghina Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid), dan kemudian oleh jamaah jum’at dipaksa untuk menghentikan khutbahnya, adalah satu di antara ribuan kasus yang akhir-akhir ini sering kita jumpai dalam khutbah jum’at, maupun ceramah-ceramah agama.&lt;br /&gt;Di banyak masjid, baik di wilayah Jakarta dan sekitarnya, maupun dibeberapa kota besar di Indonesia, seringkali kita jumpai khutbah yang isinya hanya menghujat, menyalahkan, menjelek-jelekkan, bahkan menghakimi orang atau kelompok lain sebagai orang dan kelompok yang sesat, murtad, dilaknat, dan segenap cap buruk lainnya.&lt;br /&gt;Keadaan demikian, tentu sangat memprihatinkan. Pertama, mimbar khutbah yang sesungguhnya adalah tempat untuk menyampaikan pesan takwa dan keluhuran ajaran agama, telah berubah fungsi menjadi tempat untuk menggunjing, bahkan memfitnah orang atau kelompok yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sebagai sesama muslim kita telah kehilangan etika dan tata krama. Bayangkan, jika di majelis jum’at yang disucikan dan semua orang sedang beribadah, bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah, sang khotib berani mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas, lalu bagaimana jika di tempat-tempat umum.? Padahal jelas disebutkan dalam hadits Nabi, bahwa orang yang beriman hendaknya berbicara dengan baik, sopan dan santun. Dan kalau tidak bisa, lebih baik diam.&lt;br /&gt;Ketiga, dengan isi khutbah semacam itu, secara tidak langsung berarti kita (para jamaah jum’at) telah diarahkan sang khotib untuk menolak keragaman dan menghargai setiap perbedaan. Padahal dalam al-Qur’an jelas disebutkan bahwa, Allah menciptakan isi bumi ini beragam, tidak satu. Ada laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, bersuku-suku (lihat: QS. Al-Hujurat [49]:13).&lt;br /&gt;Model khutbah semacam ini jika terus dikembangkan para khotib tentu tidak sehat. Bukan saja karena bisa menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam dari para jamaah atas informasi yang disampaikan, tetapi juga merusak citra Islam itu sendiri. Di satu sisi, kehadiran Islam yang sesungguhnya ingin menjadi fasilitator dalam pemecahan problem-problem kemanusiaan ‘liyukhrijahum min al dzulumati ila al nur’ (agama itu datang untuk membebaskan manusia dari kegelapan), tidak akan pernah sampai ke masyarakat karena memang tidak pernah disampaikan. Sang khotib lebih suka dengan pembahasan yang berisi tentang ‘orang lain’.&lt;br /&gt;Misalnya, tentang pesan luhur agama akan pentingnya menyelamatkan, membela dan menghidupkan keadilan dalam bentuknya yang paling kongkrit di masyarakat. Pembahasan semacam ini nyaris tidak pernah kita dengar dalam khutbah jum’at. Padahal banyak sekali ayat al-Qur’an dan juga Hadits Nabi yang memerintahkan manusia untuk berbuat adil, menentang kedzaliman dan mengentaskan kemiskinan.&lt;br /&gt;Kemudian juga tentang cara atau metode menyampaikan gagasan. Menurut hemat saya, metode yang dipakai para khotib belakangan ini sangat jauh dari akhlak Islam yang santun dan sangat menghargai keragaman. Dalam Al-Qur’an misalnya disebutkan, dakwah hendaknya disampaikan dengan perkataan-perkataan yang bijak serta pelajaran yang baik (lihat: QS. An-Nahl [16]: 125). Tetapi apa yang kita dapati di mimbar-mimbar jum’at, seringkali khotib itu menyampaikan khutbahnya dengan nada tinggi dan emosi yang meledak-ledak. Menjelek-jelekkan orang, dan menganggap yang lain, yang tidak seide sebagai musuh yang harus dijauhi dan diperangi.&lt;br /&gt;Menghadapi kenyataan demikian, lalu apa yang mesti kita lakukan.? Setidaknya ada dua hal. Pertama, kita harus menyeru dan kembali pada fungsi dan tujuan dari disyariatkannya ibadah shalat jum’at itu sendiri. Dalam kitab Al Fiqh ‘Ala Madzahib al Arba’ah karya Abdurrahman Al Jazyri misalnya disebutkan, tujuan dari shalat jum’at adalah agar sesama umat muslim bisa saling bertemu dalam satu tempat, sehingga masing-masing jamaah bisa saling mengetahui kondisinya, yang kaya bisa berderma kepada yang miskin, yang besar bisa mengasihi kepada yang kecil, dan sadar bahwa semua adalah hamba Allah. (lihat: Juz I hlm. 331).&lt;br /&gt;Dengan kembali kepada tujuan ini, kita berharap isi khutbah jum’at akan jauh lebih santun dan menyejukkan hati. Khutbah tidak lagi menggunjing orang lain, tetapi lebih fokus pada usaha menyampaikan pesan luhur agama, sehingga akhirnya bisa tercipta kasih sayang diantara sesama jamaah jum’at, sesama umat muslim yang berjum’atan di tempat lain, dan utamanya kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.&lt;br /&gt;Kedua, meningkatkan tabayyun (klarifikasi) diantara sesama umat muslim. Saya percaya, bahwa semua yang dipercaya menjadi khotib jum’at adalah orang-orang terpilih. Mereka tidak saja tokoh dilingkungannya masing-masing, tetapi juga adalah orang-orang yang cakap pengetahuan agamanya, dan bisa menjadi suri tauladan. Dengan melakukan kajian mendalam dan tabayyun terlebih dahulu terhadap suatu masalah yang akan disampaikan kepada jamaah, niscaya jamaah juga akan mendapati informasi valid, yang sifatnya tidak menggunjing orang lain, terlebih memfitnah.&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an misalnya disebutkan, “janganlah diantara kamu sekalian menggunjing sebagian yang lain” (lihat: QS. Al-Hujurat [49]: 12). Artinya, dengan isi khutbah yang ‘membicarakan’ orang lain, maka jika benar isi pembicaraan itu disebut sebagai perbuatan menggunjing, dan jika isinya tidak benar disebut sebagai fitnah. Baik menggunjing maupun memfitnah, keduanya sama-sama dilarang dalam agama.&lt;br /&gt;Karenanyalah, kita perlu menggagas pentingnya sebuah konsep dakwah yang membebaskan dan mencerahkan masyarakat. Ini penting karena pesan luhur agama itu hanya bisa diterima dan dicerna masyarakat dengan baik jika sang juru dakwah mampu menerjemahkan pesan agama itu dengan baik pula. Tanpa adanya penerjemahan melalui penalaran akal budi yang baik, maka agama juga hanya akan dijalankan secara letterlijk, kaku, keras, menakutkan bagi yang lain, dan tidak mampu memberikan efek positif bagi pengikutnya, karena memang disampaikan seperti itu.&lt;br /&gt;Dakwah semacam ini akan semakin menemukan relevansinya setidaknya karena dua hal. Pertama, dakwah yang selama ini ada, banyak dilakukan secara agresif, bahkan sangat agresif. Padahal Allah sendiri telah memperingatkan Nabi Muhammad saw. agar tidak melakukan dakwah model ini. Disebutkan: Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan (QS. Hud [11]:12); Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang buta agama (ummi): ‘Maukah kalian masuk Islam’. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. (QS. Al-Imron [3]:20).&lt;br /&gt;Kedua, model dakwah sekarang ini menurut saya terlalu keras dan tidak menukik pada substansi ajaran agama, wajah Islam sebagai penyelamat, pembela dan penghidup keadilan itu, seringkali justru berbenturan dengan kenyataan empirik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran Islam bukannya memecahkan berbagai problem, tetapi justru menjadi problem itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam banyak kesempatan, agama bahkan hanya didakwahkan dan kemudian dipahami dalam bentuknya yang paling luar, sebagai ritual rutin yang jangkauannya hanya terbatas pada wilayah-wilayah privat dan spiritual belaka. Padahal, praktek keagamaan seperti inilah yang sesungguhnya telah menyebabkan Islam dalam berabad-abad lamanya kehilangan spirit religiusnya yang murni, yakni spirit keadilan yang menghubungkan antara keluhuran ajaran dengan kemuliaan praktik-praktik kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Hilangnya spirit keadilan ini pulalah yang menyebabkan umat Islam seringkali kesulitan menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh), karena yang sering terjadi justru praktik-praktik kehidupan beragama yang parsial dan terkotak-kotak. Dan inilah pentingnya kita menggagas dakwah yang progresif. Dakwah yang tidak hanya membicarakan perbuatan orang lain, tetapi dakwah yang mampu memberi spirit umat muslim untuk menjadi muslim yang unggul, berkualitas dan kaffah. Wallahu a’lam. []&lt;br /&gt;http://www.islamemansipatoris.com/artikel.php?id=545&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-3574747543933640777?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/3574747543933640777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=3574747543933640777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3574747543933640777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3574747543933640777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam_7900.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-5585466682189413369</id><published>2008-09-16T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:19:33.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maaf untuk Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyesalkan Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengecewakan Ahmadiyah'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Koran Tempo, Selasa, 22 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mohon Maaf, Ahmadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masykurudin Hafidz&lt;br /&gt;Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami memasukkan keyakinan dan keberadaan Anda sebagai persoalan besar yang mengancam negeri ini. Daripada kemiskinan, kelaparan, kenaikan harga bahan pokok, serta biaya pendidikan yang makin mahal, kami lebih suka memilih Anda sebagai sasaran pekerjaan. Keseriusan kami semata-mata karena ini menyangkut keyakinan; sesuatu yang sangat prinsipil bagi setiap umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kami dikondisikan untuk selalu curiga terhadap lain keyakinan. Ibarat musuh dalam selimut, ia lebih berbahaya karena bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Kami tidak terbiasa untuk terbuka dan mempelajari dengan serius sistem keyakinan lain tanpa harus takut terpengaruh karenanya. Sebagai mayoritas, justru yang kami lakukan adalah membuat Anda merasa tidak aman, tidak nyaman dan tidak bebas menjalankan ibadah serta kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya kenapa kalau kebebasan Anda untuk beribadah kami ambil alih? Kami ini sangat sensitif terhadap agama di luar agama resmi sehingga selalu berusaha untuk melarang dan menutup tempat ibadah Anda. Kami merasa berhak untuk menentukan status keyakinan Anda. Apa yang kami hakimi sebagai sesat, itu berarti kami boleh menghilangkan hak sebagai warga dalam mendapatkan perlindungan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menutup mata terhadap sumbangan Anda kepada kemanusiaan (humanity first). Jaringan yang sangat luas tersebar di belahan bumi membuat Anda mampu menyalurkan bantuan terhadap kemiskinan, pendidikan, dan korban bencana. Di Indonesia, jumlah anggota organisasi Anda yang hanya lima ratus ribu sanggup mengumpulkan puluhan miliar setiap tahun. Anda juga punya televisi yang berpusat di Inggris sehingga dunia dapat melihat bahwa Indonesia adalah negeri yang damai, terbuka dan kondusif untuk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi inilah kami. Kesepakatan kita bahwa di negara ini tidak ada yang boleh didiskriminasi tiba-tiba kami ingkari. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan tidak lagi kami jadikan sabuk pengaman bagi integrasi bangsa. Negara sebagai penjamin atas hak-hak bagi setiap warga, termasuk Anda, lalai dan sengaja membiarkan saat Anda menjadi sasaran kesewenang-wenangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami tidak bisa menerima perbedaan. Kami tidak menganut pluralisme karena paham itu datang dari luar. Kami punya keyakinan sendiri yang sesuai dengan ajaran kami. Kami bisa melakukan larangan dan melakukan tindakan kekerasan jika tidak sesuai dengan keyakinan kami. Tuhan pasti berada di pihak kami karena kami yang paling benar. Kami adalah khalifah Tuhan yang diperintah untuk meluruskan keyakinan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kami menghentikan perhatian terhadap masalah perbedaan keyakinan karena hal itu menjadi faktor yang membuat bangsa ini dalam bahaya. Kami lupa bahwa negeri ini adalah salah satu negeri paling plural di dunia sehingga kesatuan akan tumbuh jika masing-masing keyakinan dihormati. Persatuan Indonesia yang menuntut bahwa setiap orang berhak beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, entah itu sesuai atau tidak dengan keyakinan yang lain, tiba-tiba kami singkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa kami menyerang masjid-masjid tempat Anda beribadah. Padahal ajaran kami mengatakan, kami tidak boleh menyakiti orang lain tanpa alasan apa pun. Tidak boleh menyerang orang lain kecuali sekadar mempertahankan diri. Bahkan ketika orang lain menyerang kami tiba-tiba meminta perlindungan, wajib hukumnya bagi kami untuk melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan terhadap orang lain tanpa memandang keyakinan sering kali kami temui dalam ajaran kami. Kami masih ingat saat Rasulullah Muhammad menerima para tamu yang datang dari kelompok yang berkeyakinan lain di masjid Madinah. Saat rombongan tersebut meminta izin keluar untuk melakukan kebaktian justru Rasulullah mempersilakan untuk beribadah di Masjid Nabawi. Masjid justru digunakan untuk menerima dan membangun toleransi antaragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan sangat tegas Rasulullah menjamin jiwa, harta, dan agama para penganut keyakinan di luar keyakinannya. Ia mendeklarasikan Piagam Madinah sebagai undang-undang bersama untuk hidup berdampingan secara damai dan toleran. Kami tahu, di dalam piagam tersebut dijelaskan bahwa masyarakat yang hidup di Madinah saat itu, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen, disebut sebagai satu umat (ummatan wahidah). Isi piagam tersebut juga memuat untuk mengemban tanggung jawab yang sama dalam menghadapi tantangan dari luar. Tidak boleh ada diskriminasi, siapa pun yang berada di Madinah harus dilindungi serta tidak boleh ada yang terluka, apa pun keyakinannya, bagaimanapun latar belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri tercinta ini, kami juga mengerti bahwa Undang-Undang Dasar 1945 kita menegaskan bahwa jaminan konstitusional tentang hak untuk hidup, untuk tidak disiksa, untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, untuk beragama, untuk tidak diperbudak, dan untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, kami tahu bahwa bangsa ini telah menjadi bagian dari masyarakat internasional yang meratifikasi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia lewat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. Bahkan bangsa ini juga sudah mengesahkan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik melalui UU Nomor 12 Tahun 2005. Kedua ketentuan tersebut menegaskan jaminan negara atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ajaran dan teladan Rasulullah begitu jauh dari kami. Tidak perlu ada kesesuaian ajaran dan undang-undang dengan tindakan sehari-hari. Juga kesepakatan kita dalam menjalankan roda kehidupan bangsa ini tiba-tiba seperti angin lalu. Tugas kami sebagai pengayom seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi kami abaikan. Kami diam saja, bahkan ikut menyuburkan praktek diskriminasi dan penafian atas hak-hak kebebasan berkeyakinan. Padahal, itu hak paling asasi yang dianugerahkan Tuhan. Semangat kebangsaan kami memang sedang defisit. Kami gampang terpengaruh oleh isu-isu murahan dan sentimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, Ahmadiyah. Kami tidak mampu melindungi Anda. Kami tidak bisa menjamin jika suatu saat rumah atau masjid Anda akan diserang. Sekali lagi, mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-5585466682189413369?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/5585466682189413369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=5585466682189413369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/5585466682189413369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/5585466682189413369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam_16.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1152670748708766980</id><published>2008-09-16T19:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:13:33.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memberangus keyakinan'/><title type='text'>Opini Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBnaVmly3I/AAAAAAAAAI8/dm13wPF8L5k/s1600-h/cover1111.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBnaVmly3I/AAAAAAAAAI8/dm13wPF8L5k/s400/cover1111.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246807268059892594" /&gt;&lt;/a&gt;Mengadili Iman, Memberangus Keyakinan&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan fatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia dan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat, masjid milik jemaah Ahmadiyah dibakar massa. Sejumlah fasilitas milik mereka juga dirusak. Di Istana, debat seru terjadi di antara para penasihat presiden. Dari soal keyakinan, soal Ahmadiyah, lalu masuk ranah politik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dimulai selepas salat Jumat, rapat itu berakhir petang hari. Dua pekan lalu itu, Dewan Pertimbangan Presiden menggelar rapat di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Ini acara rutin, yang biasanya digelar dua kali sepekan. Rapat dibuka Ali Alatas, ketua dewan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas meja tersaji teh hangat dan jajan pasar. Delapan anggota Dewan tekun menyimak kata pembuka dari Alex, begitu Ali Alatas biasa disapa. Adnan Buyung Nasution, yang menangani bidang hukum, datang terlambat karena sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti rapat rutin lainnya, setiap anggota Dewan bergiliran bicara sesuai dengan bidang masing-masing. Dari pertahanan, ekonomi, politik, hingga agama. Sampai di situ semua masih terlihat rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana mulai mendidih ketika giliran Buyung tiba. Pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia itu langsung bicara soal Ahmadiyah. Buyung meminta Dewan Pertimbangan memberi rekomendasi kepada Presiden agar menolak pembubaran Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ruf Amin, yang duduk di sebelah Buyung, langsung memberi tanggapan. Dia menentang keras usul itu. Keduanya lalu berdebat. ”Pokoknya, alot dan kencang,” kata sumber Tempo yang hadir di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah anggota Dewan lain berusaha mencari jalan tengah tapi gagal. ”Yang satu bicara demokrasi, yang lain bicara keyakinan,” kata Subur Budi Santoso, anggota Dewan lainnya yang juga hadir dalam rapat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdebat hingga petang, yang ditemui cuma jalan buntu. Sesudah itu, mereka perang kata-kata di muka umum. Kepada media massa, Buyung berkata, ”Semua anggota Dewan menolak pembubaran Ahmadiyah kecuali Ma’ruf Amin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ma’ruf Amin membantah jika dikatakan bahwa Dewan telah mengeluarkan keputusan. Dia menegaskan, ”Kami belum memutuskan rekomendasi apa pun soal Ahmadiyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa organisasi massa yang menolak Ahmadiyah malah menuduh Buyung ”main sendiri”. Munarman, kuasa hukum Forum Umat Islam yang menolak Ahmadiyah, menegaskan, ”Ini pembajakan Dewan Pertimbangan Presiden oleh Adnan Buyung.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AKSI mendukung dan menolak Ahmadiyah kian tajam dua pekan terakhir. Tak seperti keyakinan umat Islam pada umumnya, aliran yang berhulu di Pakistan ini meyakini Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, sebagai Imam Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Pengikut Ahmadiyah meyakini bahwa pada 1876 Mirza memperoleh ilham pertama dari Allah, saat dia berusia 40 tahun. Ketika itu ayahnya sedang terkulai koma. Ilham itu mengatakan ayah Mirza akan wafat setelah magrib dan itulah memang yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Perintah Allah” itu terus berdatangan. Sejumlah ilham tersebut kemudian ditulis menjadi tazkirah, yang oleh sejumlah kalangan disebut sebagai kitab suci Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya menerima ”wahyu”, Mirza juga pemikir yang rajin menulis di surat kabar. Buku pertamanya berjudul Barahiyn Ahmadiyah. Buku itu berisi pembelaan terhadap Islam dari serangan Barat. Oleh para pengikutnya, Mirza lalu dianggap mujadid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikutnya bertambah pesat. Sejumlah buku menyebutkan pada mulanya pengikut Mirza disebut Qadianiyah atau Mirzaiyah. Qadianiyah merujuk pada tempat Qadian, tempat tinggal Mirza dan Mirzaiyah merujuk pada namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama itu kemudian berganti menjadi Ahmadiyah. Buku Ahmadiyah, Keyakinan yang Digugat, menyebutkan nama itu muncul ketika pemerintah Inggris, yang menjajah India, melakukan sensus penduduk, mewajibkan orang mencantumkan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Ahmadiyah masuk pada 1924. Saat itu dua orang mubalig Ahmadiyah, Maulana Ahmad dan Mirza Wali Ahmad, tiba di Yogyakarta dan diizinkan berpidato dalam muktamar ke-13 Muhammadiyah. Tahun berikutnya, mubalig Ahmadiyah lainnya mendarat di Tapaktuan, Aceh, dan mulai menyebarkan ajaran Ahmadiyah ke seluruh Sumatera (lihat ”Sabda dari Qadian”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, Ahmadiyah pecah menjadi dua: Qadian dan Lahore. Yang pertama tetap mengakui kenabian Mirza, sedangkan yang kedua menolaknya. Nama Lahore dipakai untuk menandai kelahiran kelompok ini di Lahore, Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Ahmadiyah Qadian bergabung dalam Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Adapun kelompok Lahore bergabung dalam Gerakan Ahmadiyah Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MAJELIS Ulama Indonesia berkali-kali mengeluarkan fatwa sesat untuk Ahmadiyah, terutama mereka yang Qadiani. Pada 1980, majelis itu menilai Qadiani sebagai aliran sesat. Kelompok Lahore tidak disebut-sebut dalam fatwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fatwa Majelis yang terbit pada 2005, Lahore juga dinyatakan sesat. Pada tahun yang sama, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat merekomendasikan agar pemerintah melarang Ahmadiyah dari seluruh wilayah hukum Indonesia. Tapi pemerintah belum bersikap atas aliran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sikap anti-Ahmadiyah kian keras dua tahun terakhir, Departemen Agama memilih berdialog dengan petinggi Ahmadiyah, terutama dari aliran Qadiani. Petinggi aliran ini menyambut baik. Sepanjang 2007, dialog itu berlangsung tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari reli dialog itu kemudian disimpulkan bahwa pengikut Ahmadiyah ingin diterima sebagai bagian dari komunitas muslim Indonesia. Pemerintah setuju dengan syarat para petinggi aliran itu kembali mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena merasa tertekan, pemimpin Ahmadiyah lalu melunak dan menuangkan sikap mereka dalam 12 butir pernyataan. Di situ antara lain dijelaskan bahwa Ahmadiyah mengakui Muhammad Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir dan Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, pembawa berita gembira, yang bertugas memperkuat syiar Islam yang dibawa Nabi Muhammad. Penjelasan itu ditandatangani pada 14 Januari 2008 dan diumumkan sehari berselang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Agama lalu membentuk tim khusus yang bertugas memantau pelaksanaan 12 butir penjelasan Ahmadiyah itu. Tim ini resmi dibentuk pada 24 Januari 2008 lewat Surat Keputusan Nomor 6 Tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga bulan memantau, tim itu menyimpulkan bahwa Ahmadiyah tidak melaksanakan keputusan tersebut secara konsisten. Sementara itu, sejumlah petinggi aliran tersebut hakulyakin semua butir berjalan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan itu membuat semuanya kembali ke titik nol. Pada 16 April 2008, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat kembali menggelar rapat membahas Ahmadiyah. Hasilnya? Badan itu memerintahkan Ahmadiyah menghentikan semua kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto, yang menjabat ketua badan itu, mensinyalir praktek ajaran Ahmadiyah sudah mengganggu ketertiban umum. ”Peringatan harus dilakukan lewat Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Kejaksaan Agung, dan Menteri Dalam Negeri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan itu mengingatkan para pemuka agama dan organisasi massa Islam agar menjaga ketertiban dan menghormati proses penyelesaian Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya, tidak semua warga taat pada imbauan itu. Dini hari, Senin pekan lalu, sebuah masjid milik Ahmadiyah di Sukabumi, Jawa Barat, hangus dibakar sekelompok orang (lihat ”Hangusnya Masjid di Lembah Sejuk”). Kini sekitar 500 ribu pengikut di seantero negeri gundah-gulana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petinggi Ahmadiyah tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan. Mereka meminta bantuan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berusaha menyatukan langkah dengan menggelar pertemuan nasional di Bali pada 19 April 2008. Polisi sudah memberi izin, tapi ancaman yang berdatangan membuat rencana itu kandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini harapan mereka tinggal satu: surat keputusan bersama Jaksa Agung, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Jika tiga pejabat itu menyetujui keputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat, tamat sudah riwayat Ahmadiyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa Islam di lapangan tidak sedikit juga yang berdiri di belakang Ahmadiyah. Sejumlah organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat dikabarkan menggelar aksi simpatik untuk Ahmadiyah pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pekan lalu, 500 orang menggelar unjuk rasa di halaman pendapa Kabupaten Sukabumi, persis ketika Musyawarah Pimpinan Daerah Sukabumi sedang berunding soal Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah Tatan, koordinator forum orang miskin, mengecam pembakaran masjid di Sukabumi itu. Dia mendesak para petinggi yang sedang rapat agar menangkap para pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri wilayah Cirebon menuntut pemerintah bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran tersebut. ”Kami menolak keras aksi pembakaran masjid itu,” kata Solichin, Ketua Forum Komunikasi Alumni Keluarga Santri Wilayah Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solichin menuding sikap pemerintah yang tidak tegas menjadi penyebab terjadinya tindak kekerasan terhadap Ahmadiyah. Dia menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengambil sikap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENIN dua pekan lalu, Jaksa Agung Hendarman Supandji memastikan surat keputusan bersama akan terbit 23 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petinggi Ahmadiyah yang resah sekuat tenaga menjalin lobi. Pada 22 April 2008, mereka mengadu kepada Dewan Pertimbangan Presiden. Di sana mereka diterima sejumlah anggota Dewan, termasuk Adnan Buyung Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, petinggi Ahmadiyah berkeluh-kesah soal surat keputusan bersama tersebut. Mereka berharap Dewan memberi masukan kepada Presiden agar membatalkan penerbitan keputusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin segar ditiupkan anggota Dewan Pertimbangan. ”Akan kami coba secepatnya mencegah keluarnya surat keputusan itu,” kata anggota Dewan bidang hukum, Adnan Buyung Nasution. Dia juga berjanji akan meminta Yudhoyono membatalkan pembacaan keputusan tersebut. Entah karena lobi Buyung itu entah bukan, pengumuman surat keputusan bersama tersebut dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhir pekan lalu Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan bahwa Senin ini, surat keputusan bersama tiga menteri itu akan dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wens Manggut, Sunudyantoro (Sukabumi), Yugha Airlangga, Bunga Manggiasih (Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas butir penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengenai keyakinannya, yang dibacakan Amir Ahmadiyah Indonesia Abdul Bashid di hadapan rapat Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat di Departemen Agama pada Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak semula kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah khatamun nabiyyin (nabi penutup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita gembira dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, dan pendiri serta pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas bahwa kata ”Rasulullah” dalam 10 syarat baiat yang harus dibaca oleh setiap calon anggota Jemaat Ahmadiyah yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW, kami mencantumkan kata ”Muhammad” di depan kata ”Rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tazkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama tazkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh Jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk umat Islam dari golongan mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah sebagai muslim selalu melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian serta perkara-perkara lainnya berkenaan dengan itu ke Kantor Pengadilan Agama sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami warga Jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakatan untuk kemajuan Islam, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan ini, kami Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengharapkan warga Jemaat Ahmadiyah khususnya dan umat Islam umumnya serta masyarakat Indonesia dapat memahaminya dengan semangat ukhuwah islamiyah serta persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1152670748708766980?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1152670748708766980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1152670748708766980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1152670748708766980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1152670748708766980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/opini-islam.html' title='Opini Islam'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/SNBnaVmly3I/AAAAAAAAAI8/dm13wPF8L5k/s72-c/cover1111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-4812547860785523152</id><published>2008-09-16T18:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:02:36.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam versus kekerasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam againts radicalism'/><title type='text'>Muslim Moderat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Kriteria Islam dan non-Islam,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;(Menuju Toleransi dan Inklusivisme)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Oleh :Ahmad Badrudduja&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Islam sejak dulu sarat dengan kafir-mengkairkan, sesat-menyesatkan.&lt;br /&gt;Kalau kita telaah buku-buku tentang perkembangan sekte dalam Islam, akan&lt;br /&gt;kelihatan sekali bagaimana kronisnya "penyakit" sesat-menyesatkan ini dalam&lt;br /&gt;sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang sangat baik adalah buku karya Abd al-Qahir al-Baghdadi (w. 1037)yang mengarang buku al-Farq Bain al-Firaq (Perbedaan antara Sekte-Sekte) .&lt;br /&gt;Sebagai juru bicara dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah, al-Baghdadi mencoba merumuskan ciri-ciri sekte Sunni yang "selamat". Kelompok lain yang tak memiliki ciri-ciri itu dia sesatakan atau kafirkan. Ciri-ciri yang dikemukakan oleh al-Baghdadi begitu banyak sehingga saya mempunyai kesan bahwa apa yang diuraikan sebetulnya hanya membenarkan sektenya sendiri, yaitu sekte Asyariyyah. Dia berpandangan bahwa siapapun yang memahami akidah Islam tanpa melalui metode sekte Asy'ariyah, maka orang ia sesat atau bisa juga kafir.&lt;br /&gt;Sebagian besar ciri-ciri yang dikemukakan oleh al-Baghdadi untuk menengarai&lt;br /&gt;kelompok Ahlussunnah wal Jamaah bersifat ijtihadiyah, artinya hasil pemikiran sendiri. Sebagian dari ciri-ciri itu sama sekali tak ada sandarannya dalam Quran atau sunnah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kecil saja: salah satu ciri kelompok Ahlussunnah wal Jamaah yang&lt;br /&gt;selamat dan masuk sorga adalah percaya bahwa watak dasar bumi itu diam; ia hanya&lt;br /&gt;bergerak karena ada faktor eksternal seperti gempa. Menurut al-Baghdadi, seluruh&lt;br /&gt;ulama Ahlussunnah sepakat (ijma') mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain: ciri Ahlussunnah adalah percaya bahwa aksiden ('aradl) adalah&lt;br /&gt;sesuatu yang bersifat baru (hadith) yang selalu berlangsung dan terjadi pada&lt;br /&gt;benda berjasad (ajsad). Al-Baghdadi mengkafirkan mereka yang percaya bahwa&lt;br /&gt;aksiden adalah sesuatu yang secara potensial dan inheren (=teori kumun yang&lt;br /&gt;dikenal dalam pandangan sebagian sekte Mu'tazilah) terdapat dalam benda. Dengan&lt;br /&gt;kata lain, mereka yang tak mempercayai teori aksiden dan esensi seperti dikenal&lt;br /&gt;oleh para teolog Asy'ariyah adalah kafir, menurut al-Baghdadi. Ini tentu sangat&lt;br /&gt;aneh. Bagaimana mungkin teori ciptaan kalangan Asyariyah ini dijadikan sebagai&lt;br /&gt;ciri sekte yang selamat dan masuk sorga, serta menjadi kriteria untuk menentukan&lt;br /&gt;apakah seseorang Islam atau kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin membaca keterangan lebih detil ciri-ciri sekte Ahlussunnah wal Jamaah&lt;br /&gt;menurut al-Baghdadi, silah membaca bab kelima dari karyanya yang terkenal,&lt;br /&gt;al-Farq Bain al-Firaq. Sebagaimana kita tahu, al-Baghdadi adalah ulama besar&lt;br /&gt;yang sangat penting kedudukannya dalam sejarah perkembangan pemikiran kalam atau&lt;br /&gt;teologi dalam Islam. Bukunya yang sudah saya sebut tadi itu masih menjadi&lt;br /&gt;rujukan banyak kalangan Sunni hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan saya, ciri-ciri sebagaimana dikemukakan oleh al-Baghdadi itu&lt;br /&gt;hanyalah mencerminakan pertentangan teologis yang ada pada zamannya. Menurut&lt;br /&gt;saya, ciri-ciri itu malah membuat pertentangan makin meruncing, sebab&lt;br /&gt;al-Baghadadi menjadikan paham Asyariyah sebagai kriteria untuk menentukan&lt;br /&gt;keislaman dan kafirnya seseorang. Yang di luar sekte itu dianggap tidak masuk&lt;br /&gt;dalam kategori Ahlussunnah wal Jamaah dan kerena sesat atau bisa juga kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terulang kembali saat ini. Beberapa waktu lalu, MUI membuat 10 kriteria&lt;br /&gt;untuk menentukan apakah suatu kelompok bisa disebut sesat atau tidak. Yang&lt;br /&gt;menarik, bahasa yang dipakai oleh MUI adalah kata "sesat", bukan kata kafir.&lt;br /&gt;Tetapi jika kita telaah kebijakan MUI di lapangan, ternyata apa yang disebut&lt;br /&gt;sebagai sesat itu bisa juga berarti kafir. Inilah sepuluh kriteria itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingkari rukun iman dan rukun Islam&lt;br /&gt;Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran&lt;br /&gt;dan as-sunah),&lt;br /&gt;Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran&lt;br /&gt;Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran&lt;br /&gt;Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir&lt;br /&gt;Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam&lt;br /&gt;Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul&lt;br /&gt;Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir&lt;br /&gt;Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah&lt;br /&gt;Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kriteria ini bisa disepakati, tetapi sebagian yang lain masih terbuka&lt;br /&gt;untuk diskusi atau dipersoalkan. Misalnya kriteria nomor 3: meyakini turunnya&lt;br /&gt;wahyu setelah Quran. Kriteria ini jelas sama sekali ambigu. Sudah saya katakan&lt;br /&gt;dalam tulisan saya yang lalu bahwa tak ada dalil sharih yang mengatakan bahwa&lt;br /&gt;wahyu berhenti total setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Kriteria ini hanyalah&lt;br /&gt;ijtihad MUI sendiri. Dengan kata lain, belum tentu kriteria yang dibuat MUI itu&lt;br /&gt;adalah kriteria untuk menentukan suatu golongan benar-benar sesat di mata Allah&lt;br /&gt;SWT. Paling jauh sesat menurut MUI saja. Persis seperti kriteria Ahlussunnah wal&lt;br /&gt;Jamaah yang dibuat oleh Imam al-Baghdadi di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, sudah saatnya umat Islam membuat kriteria tentang Islam dan&lt;br /&gt;non-Islam yang selonggar mungkin sehingga menghindarkan sama sekali sikap&lt;br /&gt;sesat-menyesatkan, kafir-mengkafirkan yang membuat umat Islam terpecah-pecah dan&lt;br /&gt;mengalami permusuhan internal yang sama sekali tak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kriteria seorang Muslim adalah sederhana. Saya mengusulkan agar&lt;br /&gt;kita kembali pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Umar. Kata Umar,&lt;br /&gt;aku mendengar Rasul bersabda, "Islam didasarkan pada lima hal, bersaksi tak ada&lt;br /&gt;tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya, menegakkan&lt;br /&gt;salat, mengeluarkan zakat, pergi haji menuju rumah (Allah), dan berpuasa pada&lt;br /&gt;bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini termuat dalam rangkaian hadis empat puluh yang yang dikumpulkan oleh&lt;br /&gt;Imam Nawawi, dikenal dengan "Al-Arba'in al-Nawawiyyah" , hadis nomor 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis inilah yang menurut saya paling simpel dijadikan kriteria untuk menentukan&lt;br /&gt;apakah seseorang Muslim atau tidak. Dengan kriteria yang longgar dan inklusif&lt;br /&gt;ini, kita terhindar dari sikap kafir-mengkafirkan yang menggerogoti persatuan&lt;br /&gt;umat Islam saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kriteria itu, banyak kelompok yang selama ini dianggap sesat,&lt;br /&gt;sebetulnya tidaklah sesat atau kafir, termasuk Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi&lt;br /&gt;Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat&lt;br /&gt;-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-4812547860785523152?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/4812547860785523152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=4812547860785523152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4812547860785523152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4812547860785523152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/09/muslim-moderat.html' title='Muslim Moderat'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-8370129320599302562</id><published>2008-04-10T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T06:44:01.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam spread out peacefulness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam and peace'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam hate violence'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam againts radicalism'/><title type='text'>From The Inside</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R_3ZatbC7oI/AAAAAAAAAH4/txR0Kd3cP0k/s1600-h/Baitul+Futuh2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187541398693539458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R_3ZatbC7oI/AAAAAAAAAH4/txR0Kd3cP0k/s400/Baitul+Futuh2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;My Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;By : Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Islam is Islam which propagating peacefulness in the whole world&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to love all God creation&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="color:#333399;"&gt;....&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to eliminate dislike to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching in honour of although differ belief&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to do a kindness to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching [in order] not to get across and reciprocate all hostility with kindliness because my Islam [do] not teach to owe a grudge others.&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to have wisdom to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to forgive mistake [of] the others&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to say downright and avoid falsehood&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching for the spread out of peacefulness and eliminate radicalism and hardness in the whole world&lt;br /&gt;Love for All hatred for None&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://nalurita.blogspot.com/2008/04/my-beloved-islam.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;http://nalurita.blogspot.com/2008/04/my-beloved-islam.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-8370129320599302562?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/8370129320599302562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=8370129320599302562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/8370129320599302562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/8370129320599302562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/04/my-islam-by-aisyah-my-islam-is-islam.html' title='From The Inside'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R_3ZatbC7oI/AAAAAAAAAH4/txR0Kd3cP0k/s72-c/Baitul+Futuh2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-850203371307427638</id><published>2008-02-15T00:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T06:44:02.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R7VNTdUDj4I/AAAAAAAAAEY/lCsOfEvtH54/s1600-h/-rumadi2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167121144159113090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R7VNTdUDj4I/AAAAAAAAAEY/lCsOfEvtH54/s320/-rumadi2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Panduan Penyesatan MUI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh R u m a d i* &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan pernyataan yang bisa memancing kontroversi. Setelah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk menyesatkan aliran keagamaan tertentu, kini MUI mengeluarkan panduan untuk mengenali ciri-ciri kelompok sesat. Jika fatwa ibarat orang memancing, panduan mengenali kelompok sesat ini seperti menebar jala. Jika memancing hanya dapat satu per satu ikan, jala memungkinkan untuk mendapat ikan jauh lebih banyak hanya dalam sekali lemparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh ciri untuk mengidentifikasi aliran sesat ala MUI adalah: 1) mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam; 2) meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah; 3) meyakini turunnya wahyu setelah al-Quran; 4) mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi al-Quran; 5) melakukan penafsiran al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir; 6) mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam; 7) menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul; 8) mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir; 9) mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu; 10) mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya (6/11/07).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menjelaskan ini semua? Harus dibedakan, panduan mengidentifikasi aliran sesat ini bukan fatwa keagamaan. Jika fatwa mempunyai dimensi hukum (fiqih) yang mempunyai ikatan religius-spiritual bagi orang atau kelompok yang mengikuti (mulzim binafsih) dan dirumuskan melalui kaidah-kaidah penetapan hukum Islam, panduan untuk mengidentifikasi aliran sesat tidak demikian. Panduan ini harus dilihat sebagai pendapat (opini) biasa yang tidak ada kaitan transedensinya. Sebagai sebuah pendapat tentu saja ia bisa diuji kebenarannya, dibantah, dan diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, opini MUI ini mempunyai bobot yang berbeda dengan pendapat personal pada umumnya. Bukan saja karena MUI dianggap sebagai lembaga yang mempunyai “otoritas agama”, tapi masyarakat Indonesia juga belum bisa membedakan tentang status pendapat dan fatwa MUI. Akibatnya, apa saja yang dikeluarkan MUI dianggap sebagai fatwa agama yang harus diikuti. Karena itu, sebagai sebuah pendapat, panduan mengidentifikasi kelompok sesat harus dilihat sebagai opini biasa, boleh disepakati boleh tidak. Orang yang mengikuti pendapat MUI dan melakukan tindakan kekerasan, tetap harus dilihat sebagai tindakan kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya menyadari, fatwa MUI mempunyai posisi khusus bagi kelompok Islam tertentu. Karena itu, fatwa ini pasti akan diikuti kelompok itu dan menjadi energi untuk melakukan “operasi” kelompok sesat. Karena itu, jangan kaget kalau setelah keluar panduan ini akan semakin banyak terdengar penghakiman satu kelompok atas kelompok Islam lain yang dianggap menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang layak dikomentari dari panduan identifikasi kelompok sesat yang dikeluarkan MUI. Pertama, secara substansial banyak hal yang layak dipersoalkan. Ada kriteria yang sifatnya sangat normatif seperti soal rukun iman dan rukun Islam, otentisitas al-Quran. Pada tingkat ini, meski dalam beberapa aspeknya bisa dipermasalahkan, tapi hal ini mencerminkan arus utama keyakinan teologis Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejumlah kriteria yang lain sangat problemtis. Sebut saja misalnya “melakukan penafsiran al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir”. Ketentuan ini tidak cukup jelas maksudnya, karena itu bisa menimbulkan berbagai berbagai penafsiran. Tentu saja saya tidak menuntut ketentuan ini diperjelas, karena secara metodologis dan substansial memang problematis. Penafsiran terhadap al-Quran dan kaidah-kaidah (metodologi)-nya terus mengalami perkembangan. Justru karena perkembangan inilah al-Quran bisa senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman (shalihun li kulli zaman wa makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, akibat yang paling mungkin muncul dari panduan penyesatan MUI adalah munculnya “polisi swasta” dalam masyarakat yang akan dengan mudah mengklaim sesat terhadap kelompok lain. Hal demikian jelas sangat potensial untuk menciptakan keresahan baru dalam kehidupan masyarakat. Kata “sesat” juga akan menjadi alat komunikasi baru baru dalam masyarakat yang jelas sangat tidak mendidik, karena kata “sesat” sebenarnya merupakan alat komunikasi kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada tingkat tertentu panduan penyesatan MUI ini sangat potensial dijadikan sebagai alat untuk menteror aktifitas berpikir umat Islam, baik teror yang muncul dari luar maupun dari dalam. Teror dari luar akan muncul dari orang lain yang dengan panduan ini digunakan untuk mengawasi pikiran dan tindakan orang lain. Akibat teror dari luar ini akan menimbulkan ketakutan sehingga orang mengontrol dirinya sendiri. Jika teror ini masuk pada dunia akademik Islam, terutama Perguruan Tinggi, jelas sangat berbahaya, karena akan terjadi pembakuan dan pembekuan terhadap intelektualisme Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu semua, yang mengherankan justru sikap pemerintah. Dalam berbagai kasus tentang aliran-aliran keagamaan, ada kesan kuat bahwa pemerintah senantiasa berada dibawah kendali MUI. Mulai dari aparat penegak hukum sampai presiden selalu menjadikan pendapat MUI sebagai rujukan dalam mengambil sikap. Bahkan, setelah MUI mengeluarkan sepuluh panduan untuk mengeidentifikasi aliran sesat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan akan memerangi aliran sesat. Bahkan, dalam sejarah Indonesia, SBY lah satu-satunya presiden yang membuat pernyataan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang ditunjukkan SBY tentang aliran sempalan keagamaan jelas sangat paradoks dengan sikapnya terhadap diskriminasi Konghucu. Dalam perayaan Imlek awal Pebruari 2006, SBY membuat pernyataan yang terkesan sangat pluralis, terbuka, dan menunjukkan visi seorang negarawan. Ketika itu, Presiden SBY menyampaikan niatnya untuk mengakhiri istilah agama yang diakui atau tidak diakui negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prinsip yang dianut UUD adalah negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya itu. Negara tidak akan pernah mencampuri ajaran agama. Tugas negara adalah memberikan perlindungan, pelayanan, serta membantu pembangunan dan pemeliharaan sarana peribadatan serta mendorong pemeluk agama yang bersangkutan menjadi pemeluk agama yang baik,” kata Presiden disambut gemuruh tepuk umat Konghucu yang hadir dalam perayaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut jelang menunjukkan sikap seorang negarawan dengan visi pluralisme yang jelas. Namun dalam kasus aliran sempalan, presiden justru menunjukkan sikap yang sebaliknya. Tidak ada lagi visi kenegarawanan yang harus melindungi warga negara. Presiden justru seperti aparatus MUI yang akan menjalankan agenda dan visi MUI tentang kehidupan beragama, bukan melaksanakan UU yang menjamin kebebasan beragama. Hal ini juga diperparah dengan kenyataan, aparat kepolisian nyaris tidak pernah menindak kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan tindak kekerasan terhadap pengikut aliran tertentu yang dianggap sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kenyataan ini dibiarkan, maka pelan-pelan Indonesia akan berubah menjadi negara agama, dimana otoritas politik dikendalikan oleh otoritas agama. Sebuah keadaan yang sangat mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Aliran Sesat&lt;br /&gt;Sepuluh panduan mengidentifikasi aliran sesat MUI tersebut tidak terlepas dari maraknya aliran-aliran keagamaan yang dipandang sesat. Bagaimana fenomena tersebut dijelaskan dan disikapi? Fenomena aliran-aliran keagamaan baru tidak bisa dilihat semata-mata sebagai fenomena keagamaan, tapi di dalamnya juga terkait dengan problem sosial, ekonomi, dan budaya. Kalau aliran-aliran baru semata dilihat sebagai fenomena agama maka jawaban yang muncul menjadi sangat simplistis, antara sesat dan tidak sesat, benar dan salah. Jawaban seperti ini memang tidak sepenuhnya keliru, namun harus disadari ini tidak bisa menyelesaikan akar masalah. Fatwa sesat yang dikeluarkan MUI misalnya, tak ubahnya seperti obat generik yang hanya bisa menghilangkan penyakit dalam sesaat. Karena itu, penjelasan sosial, ekonomi dan kebudayaan menjadi penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif yang terkahir ini, aliran-aliran baru dapat dimaknai sebagai protes atas aliran-aliran lama yang dianggap jauh dari kepentingannya sebagai orang beragama. Dalam isu nabi baru misalnya, meskipun nabi-nabi baru mengaku mendapat “wahyu”, namun pada dasarnya hal tersebut menunjukkan adanya kritik atas fungsi agama yang dianggap tidak relevan dengan perkembangan zaman. Para nabi baru ini adalah orang-orang yang sedang mengupayakan “status sosial” baru melalui ruang psikologis masyarakat yang merindukan adanya mesiah sebagai juru selamat dalam situasi sosial yang semakin tidak menentu. Karena itu, para elit agama tidak perlu marah yang berlebihan, tapi justru melakukan instropeksi apakah agama cukup fungsional untuk menyelesaikan masalah riil kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan itu, beberapa hal barangkali penting untuk dipikirkan. Pertama, para elit agama seharusnya memberi pendidikan keagamaan untuk mendorong kedewasaan dalam beragama. Kedewasaan dalam beragama antara lain bisa dilihat dari bagaimana cara merespon berbagai persoalan termasuk hal-hal yang dianggap melecehkan agamanya. Tindakan kekerasan terhadap orang yang dianggap melecehkan agama sebenarnya merupakan cermin kekurangdewasaan kita. Kedua, pera elit agama jangan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang potensial dimanfaatkan kelompok masyarakat untuk melakukan kekerasan bermotif agama. Kalau toh ada kelompok-kelompok yang dikategorikan sebagai aliran sesat, biarlah hal itu diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan aksi kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, aparatus negara seharusnya profesional dengan bertindak sebagai pelindung untuk menjamin hak-hak dasar warga negara. Karena itu, pelaku tindak kekerasan tidak ada alasan dibiarkan terus menerus. Aparat kemanan harus bertindak lebih tegas kepada kelompok-kelompok penyerang, tidak justru menindak korban. Fungsi aparat pemerintah untuk melindungi warga negara harus menjadi landasan kerja secara profesional. Aparat tidak boleh melakukan pembiaran terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan siapapun dan atas nama apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pengikut aliran-aliran baru kita anggap sesat, mereka tetap warga negara yang mempunyai hak-hak dasar yang harus dilindungi negara. Fatwa sesat MUI belum tentu sesat juga bagi pengadilan. Kesiapan menerima kemungkinan seperti ini juga menjadi bagian kedewasaan beragama.[]&lt;br /&gt;.... &lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis Peneliti the Wahid Institute Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2760&amp;amp;Itemid=40&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-850203371307427638?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/850203371307427638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=850203371307427638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/850203371307427638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/850203371307427638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/02/opini.html' title='Opini'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R7VNTdUDj4I/AAAAAAAAAEY/lCsOfEvtH54/s72-c/-rumadi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-8927799514984394686</id><published>2008-01-29T18:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T06:44:02.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anarkisme dalam agama'/><title type='text'>OPINI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5_fh8XSLAI/AAAAAAAAAEI/TLfvD8BO8xI/s1600-h/071221aahmadiyah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161089472222342146" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5_fh8XSLAI/AAAAAAAAAEI/TLfvD8BO8xI/s320/071221aahmadiyah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Islam Tidak Mengajarkan Anarkisme&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(an-Nahl [16]:125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt ini memberikan petunjuk dengan sangat jelas kepada kita bagaimana metode dakwah yang harus dipergunakan. Konsep dasar dari dakwah itu adalah “menyeru manusia kepada Tuhan” bukan kepada hal yang lain. Hal ini dipertegas dengan kata “ilaa sabiili Rabbika”. Jadi kita diminta untuk mengajak umat manusia menuju jalan Tuhan. Tapi hal ini juga sering disalah persepsikan sehingga ruang lingkup dakwah menjadi sempit, ketika dakwah hanya dimaknai dengan menyeru manusia kepada Islam. Sebenarnya tanpa dikatakan demikian juga konsep ketuhanan dan ketauhidan Ilahi yang sempuna hanya dimiliki oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada hal lain yang menarik untuk dikaji ketika sampai kepada bagaimana metode yang Allah Swt berikan untuk berdakwah ini ditekankan kepada masalah “bil-hikmah wa al-mauizhati al-hasanah”(dengan kebijaksanaan dan nasehat yang baik) disana jelas tergambar apa yang menjadi visi dari dakwah itu sendiri yaitu penaklukan hati manusia dan menggunakan cara-cara yang santun, lembut dan damai. Karena metode yang dikedepankan adalah “bil-hikmah wa al-mauizhati” yang kedua hal ini adalah berorientasi menyentuh wilayah hati menusia. Setelah itu disebutkan lagi step terakhir dari proses dakwah adalah “wa jaadilhum bi al-latii hiyaa ahsan” yaitu dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Dan kalau seandainya pada akhirnya terjadi proses perdebatan itupun harus menggunakan cara-cara yang terbaik. Walaupun sebenarnya yang harus kita bangun adalah bukan perdebatan tapi membangun proses dialog yang santun dan terbuka.&lt;br /&gt;Sedih rasanya hati ini menyaksikan sebagian saudara-saudara umat muslim kita yang bertindak anarkis, melakukan persekusi terhadap Ahmadiyah. Mereka menyatakan diri sedang berdakwah dan berjihad atas nama Islam tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Bukankah Allah Swt telah menegaskan bahwa rumah ibadah siapapun dari agama dan golongan apapun tidak boleh dirusak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”&lt;/strong&gt; (al-Baqarah [2]:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ditegaskan dalam ayat ini, orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya sebagai orang yang paling aniaya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(azhlamu).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak masjid-masjid milik Jamaah Ahmadiyah yang dirusak oleh massa yang mengatasnamakan Islam dan hal ini sangat memprihatinkan. Alih-alih mengajak umat untuk bisa memakmurkan masjid, malahan masjid yang sudah ada pun menjadi sasaran perusakan.&lt;br /&gt;Jadi selesaikanlah perbedaan dengan cara-cara yang damai bukan dengan jalan kekerasan. Dan masalah keyakinan bukan manusia yang menjadi hakimnya melainkan Allah Swt lah sebagai wujud al-Hakim yang dapat memberikan penghakiman dengan seadil-adilnya. .... &lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-8927799514984394686?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/8927799514984394686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=8927799514984394686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/8927799514984394686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/8927799514984394686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/opini_29.html' title='OPINI'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5_fh8XSLAI/AAAAAAAAAEI/TLfvD8BO8xI/s72-c/071221aahmadiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1583869558353104418</id><published>2008-01-28T19:02:00.000-08:00</published><updated>2008-04-01T02:11:00.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam versus kekerasan'/><title type='text'>Aksi Anarkis</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masjid Ahmadiyah Kembali Dirusak Pengunjuk Rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;http://www.pikiran- rakyat.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJALENGKA, (PR).-&lt;br /&gt;Puluhan anggota sejumlah ormas Islam merusak dan membakar masjid Ahmadiyah di Desa Sadasari, Kec. Argapura, Majalengka, meski masjid itu tengah dijaga aparat kepolisian. Perusakan dilakukan setelah mereka berunjuk rasa ke Gedung DPRD dan Pendopo Gedung Nagara menentang keberadaan Ahmadiyah, Senin, (28/1).&lt;br /&gt;Sejumlah siswa berseragam sekolah juga terlihat ikut berunjuk rasa. Mereka datang ke Gedung DPRD Majalengka sekitar pukul 9.00 WIB dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ke DPRD menggunakan beberapa kendaraan sambil membawa sejumlah poster berisi kecaman terhadap Ahmadiyah. Massa meminta ketegasan dan komitmen pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah karena dianggap telah menodai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Anehnya, di antara para pedemo itu ada beberapa orang di antaranya yang terlihat membawa minuman keras, dan meminumnya di halaman Gedung DPRD Majalengka sambil mendengarkan orasi yang disampaikan beberapa peserta demo. Pengunjuk rasa yang semula berjanji tidak akan bersikap anarkis, ternyata ada yang melakukan pembakaran masjid&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Wakil Ketua DPRD Majalengka, H. Sutrisno, menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa. Namun, agar tidak mengeluarkan keputusan yang salah, ia membutuhkan kepastian apakah Ahmadiyah itu melanggar hukum dan menyalahi agama Islam atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditanggapi salah seorang pengunjuk rasa, M. Iqbal M.I. Menurut dia, sudah ada fatwa MUI yang melarang ajaran Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwakilan pengunjuk rasa itu juga diterima Wakil Bupati Majalengka K.H. Ilyas Helmi, Kapolres Majalengka AKBP Gagah Suseno, Kajari Tonny Sinai, Ketua DPRD H. Eman Sulaeman, dan Ketua MUI Majalengka K.H. Mumu Ridwanullah. Dalam pertemuan tersebut mereka menyepakati akan mengonsultasikan masalah Ahmadiyah itu ke Depdagri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Persoalan agama itu adalah persoalan pemerintah pusat sehingga kita belum bisa memutuskan. Dalam waktu dekat, kita akan melakukan pertemuan dengan ulama membahas hal ini," ungkap Wakil Bupati Majalengka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusakan masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berunjuk rasa di DPRD, puluhan pengunjuk rasa di antaranya melanjutkan aksinya dengan merusak masjid Ahmadiyah di Desa Sadasari. Masjid itu sebenarnya telah dirusak massa beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka naik ke atas genting, mencopotinya satu per satu dan melemparkannya ke bawah. Warga juga membakar karpet masjid, walau tidak sampai membakar bangunan masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Majalengka AKBP Gagah Suseno membenarkan terjadinya aksi tersebut. Menurut Kapolres, polisi telah melakukan penjagaan ketat baik di pendopo, gedung DPRD, dan gedung kejaksaan. Petugas juga sudah sebenarnya sudah berupaya menghadang massa di pintu masuk ke Desa Sadasari untuk menghindari aksi anarkis terhadap permukiman dan masjid milik Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sebenarnya telah melakukan penjagaan dan memblokir jalan menuju masjid. Namun, ternyata mereka masuk melalui jalan belakang dan menyimpan kendaraan di pintu masuk ke kantor balai desa sehingga bisa lolos dari pantauan," ungkap Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, polisi telah mengidentifikasi pelaku perusakan dan akan dikenai sanksi hukum. (C-30)*** .... &lt;/span&gt;. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1583869558353104418?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1583869558353104418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1583869558353104418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1583869558353104418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1583869558353104418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/aksi-anarkis.html' title='Aksi Anarkis'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-649002296613596647</id><published>2008-01-28T17:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T06:44:02.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam versus kekerasan'/><title type='text'>Perusakan Masjid milik Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R559EcXSK9I/AAAAAAAAADw/DSvaZa6-mwY/s1600-h/080129aahmadiyah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160699738299968466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R559EcXSK9I/AAAAAAAAADw/DSvaZa6-mwY/s320/080129aahmadiyah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a class="newstitle"&gt;29/01/2008 05:41 &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Agama&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Massa Merusak Masjid Milik Ahmadiyah&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Liputan6.com, Majalengka: Masjid milik jemaat Ahmadiyah di Desa Sadasari, Argapura, Majalengka, Jawa Barat, belum lama ini kembali menjadi sasaran amuk massa. Aksi anarkis ini diperbuat sekelompok warga yang tak menerima keberadaan jemaat Ahmadiyah. Selain merusak masjid, massa juga membakar karpet yang berada di dalam tempat ibadah kelompok tersebut.&lt;br /&gt;Sejumlah polisi yang berjaga di sekitar masjid tak mampu berbuat banyak. Ini mengingat jumlah warga lebih banyak. Aksi perusakan untuk kesekian kalinya ini terjadi usai warga menggelar unjuk rasa ke Kantor Bupati dan Kejaksaan Negeri setempat. Demonstran juga menuntut agar rekan-rekan mereka yang diperiksa polisi terkait aksi perusakan sebelumnya segera dibebaskan. Namun karena menilai tuntutannya tidak ditanggapi, massa kemudian melampiaskan kemarahan dengan merusak masjid milik pengikut Ahmadiyah &lt;a href="http://www.liputan6.com/hukrim/?id=152873"&gt;[baca: Puluhan Perusak Masjid Ahmadiyah Serahkan Diri]&lt;/a&gt;.(ANS/Ridwan Pamungkas)&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=154157"&gt;http://www.liputan6.com/daerah/?id=154157&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-649002296613596647?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/649002296613596647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=649002296613596647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/649002296613596647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/649002296613596647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/perusakan-masjid-milik-ahmadiyah.html' title='Perusakan Masjid milik Ahmadiyah'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R559EcXSK9I/AAAAAAAAADw/DSvaZa6-mwY/s72-c/080129aahmadiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-4414409272655712656</id><published>2008-01-27T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:07:32.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam kita'/><title type='text'>OPINI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indonesia Bukan Negeri Kafir&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;09/12/2007&lt;br /&gt;Oleh Robith Qosidi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belakangan ini muncul beberapa kelompok yang menganggap bahwa sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem kafir, sehingga sistem pemerintahan Indonesia perlu diganti dengan sistem –yang menurut mereka- Islami. Penulis tidak sepakat dengan anggapan ini. Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak untuk berdialog dengan pikiran jernih, tidak emosional, logis, dan mengedepankan maslahat. Lalu kita mengkaji, benarkah sistem pemerintahan umat Islam dari sejak jaman sahabat radliyallahu anhum tidak mau menerima sistem luar? Lalu sebenarnya bagaimana pandangan Islam terhadap sistem politik dan sistem pemerintahan? Serta pertanyaan terakhir, pantaskah Indonesia disebut sebagai dar al-kufr (negeri kafir)?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin mengawali tulisan ini dengan menegaskan bahwa sejak jaman sahabat, sistem politik dan sistem pemerintahan umat Islam terbuka terhadap sistem yang lahir di luar Islam namun sejalan dengan ruh Islam dan maslahat umat. Fakta mengatakan bahwa tak jarang dinasti Islam zaman klasik, seperti Usmaniyah, Abbasiyah, Umayyah, bahkan zaman sahabat radliyallahu anhum, mengadopsi sistem non-Islam.&lt;br /&gt;Seperti Sayyidina Umar radliyallahu anhu mengadopsi sistem diwan (administrasi negara untuk mengatur kebijakan ekonomi makro dan administrasi militer), dll) dari kerajaan Syam (Ibn Khaldun:2004:304), beliau juga berijtihad untuk mengadopsi perangkat hukum seperti penjara, dinasti Umayyah mengadopsi perangkat pemerintahan seperti protokoler (hijabah) dari kerajaan Syam (Ibn Khaldun:2004:356), Abbasiyah megadopsi sistem wizarah (kementerian) ala Persia. Ibn Khillikan mengatakan dalam kitab Wafyat al-A'yan bahwa orang paling pertama menyandang gelar wazir dengan wewenang tertentu adalah Abu Salamah dalam dinasti Abbasiyah. Sebelumnya, gelar wazir dengan wewenang tertentu tidak pernah ada, baik di masa Umayyah dan masa lainnya. (Ibn Khillikan:1971:Vol I:229)&lt;br /&gt;Data di atas membuktikan bahwa dari dahulu pemerintahan yang dijalankan umat Islam selalu terbuka dengan sistem yang lahir di luar Islam. Bahkan ciri-ciri pemerintahan Islam itu justru terbuka dengan sistem luar serta berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman dan maslahat umat. Tapi ini tidak serta merta menunjukkan tidak ada inovasi sama sekali dalam konsep-konsep politik Islam. Justru yang terjadi umat Islam melakukan pembenahan-pembenahan agar sistem politik tersebut bisa sesuai dengan kondisi umat Islam dan membawa maslahat bagi umat Islam.&lt;br /&gt;Oleh karena itu penulis tidak sepakat dengan pemikir seperti al-Jabiry (dalam buku al-Aql as-Siyasy :2000) serta orientalis seperti Louis Marlow (dalam buku Masyarakat Egaliter: 1987). Yang menggambarkan bahwa keterpengaruhan sistem politik Islam dari sistem luar itu adalah bentuk ketidak mandirian sistem politik Islam. Tidak, sama sekali tidak. Masalahnya muncul karena al-Jabiry dan Marlow hanya mengkaji akar konsep tanpa memperhatikan perubahan fungsi serta motivasi adopsi sistem politik tersebut. Sehingga penilaiannya menjadi berat sebelah.&lt;br /&gt;Mereka membangun argumentasi seperti ini: Kelahiran konsep-konsep politik umat Islam klasik itu berada dalam paradigma sistem sosial politik Persia yang membagi elemen sosial umara' (pemerintah) dan ulama (kahanah). Dua elemen sosial ini dianggap saudara kembar (tauamany), bukan satu kesatuan, seperti di jaman sahabat radliyallahu anhum yang tidak membagi antara elemen sosial umara dan ulama. Di masa sahabat umara juga seorang ulama yang mujtahid, seperti Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali r.a. Paradigma sosial politik seperti inilah yang membuat karya politik umat Islam hanya berupa nasihat seorang ulama terhadap seorang presiden. Sama halnya di zaman Persia kuna tugas seorang kahanah (agamawan Majusi) adalah menasehati raja. Penulis tidak sepakat dengan penyederhanaan masalah seperti ini.&lt;br /&gt;Bagi penulis justru nasihat bagi para raja merupakan upaya ulama untuk memberikan dimensi etis bagi sistem politik yang ada. Semua karya politik Islam, khususnya karya Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah, seperti karya al-Ghazaly dalam Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk, dan karya-karya Nashaih al-Muluk (nasehat bagi raja) mempunyai fungsi dan motivasi mulia. Yaitu memasukkan nilai akhlaq pada sistem politik yang kaku, bahkan pada sistem fiqh yang kaku. Sebab jika syariat diterapkan tanpa pendekatan akhlak (etis), maka yang terjadi adalah diktatorisme syariat, bentuk-bentuk syariat yang dipahami secara radikal. Ruh akhlaq pun sirna, bak ditelan tanah atau terbang bersama udara. Inilah yang membuat penulis tidak sependapat dengan Islam garis keras yang memahami dari sisi hukum (fiqih) saja, tapi tidak mendekati syariat dengan dimensi etis dan spritual.&lt;br /&gt;Penulis menganggap bahwa penerapan syariat tanpa dimensi akhlaq hanya akan menghilangkan gaya dakwah bi al-hikmah wa al-mauidlah al-hasanah wa al-mujadalah billaty hiya ahsan. Serta akan bermunculan gaya dakwah dengan pedang atau mungkin dengan teror bom bagi rakyat sipil yang tak berdosa. Padahal Nabi Saw sudah mengatakan dengan jelas, dalam peperangan sekalipun tidak boleh membunuh perempuan, anak kecil, orang tua, orang lemah, serta tidak boleh menghancurkan harta benda, serta tidak boleh menghancurkan rumah ibadah agama lain.&lt;br /&gt;Penerapan syariat dengan wajah radikal pun menurut penulis akan menghilangkan ruh hukum itu sendiri. Serta menghilangkan gaya Rasul SAW dalam menerapkan syariat. Pertanyaannya benarkah Rasul Saw menerapkan syariat secara ganas dan radikal. Sama sekali tidak. Justru Rasul SAW menerapkan syariat dengan penuh etika dan mengedepankan maslahat. Sebab, kalau kita mengikuti pola pikir golongan Islam garis keras, maka diandaikan Rasul Saw seakan-akan menerapkan hukum Islam tanpa ampun, tanpa nego. Jika ada yang mencuri, potong tangan. Jika ada yang berzinah, dirajam. Jika salah langsung di hukum. Penulis justru melihat Rasul SAW tidak seperti itu. Penulis melihat ada proses-proses psikologis, etis, dan dakwah bil hihmah wa al-mauidlah hasanah, wal mujadalah billaty hiya ahsan.&lt;br /&gt;Penulis tidak akan berbicara bagaimana hukum dalam Islam diterapkan secara gradual (tadrijy). Penulis ingin memotret fenomena lain tentang bagaimana Rasul SAW menerapkan hukum. Penulis ingin mengambil contoh seorang wanita pezinah yang dihukum oleh Rasul. Ceritanya bermula saat wanita itu menghadap Rasul SAW dan mengaku berzinah. Kalau kita mengikuti Islam garis maka seharusnya Rasul Saw langsung merajam wanita itu. Yang terjadi justru tidak begitu. Rasul Saw menyuruh wanita itu pulang, seraya berkata mungkin kamu hanya pegang-pegangan, kemudian disuruh pulang. Kemudian lain hari wanita itu datang lagi dengan mengaku hal yang sama. Kalau kita mengikuti golongan Islam garis keras, saat itu harusnya Rasul SAW merajam wanita itu, kalau tidak beliau tidak menjalankan perintah Allah, sebab sering kita dengar golongan Islam garis keras menafsirkan ayat wa man la yahkum bima anzalalallahu faulaika hum al-kafirun, munafiqun, fasiqun, secara semena-mena. Yang terjadi justru Rasul Saw bersebrangan dengan pola pikir golongan Islam garis keras, kemudian beliau mengatakan mungkin kamu tidak sampai bersenggama jima', lalu wanita itu disuruh pulang. Wanita tetap datang lagi sampai berkali-kali, dan disuruh pulang berkali-kali, sampai wanita pezinah itu melahirkan anak, baru ia dihukum oleh Rasul SAW. Betapa beliau mengajarkan bagaimana penerapan hukum itu dengan santun, tenang, tidak gegabah, serta mengedepankan maslahat.&lt;br /&gt;Ini juga tauladan dari Rasul SAW agar kita tidak bertindak sceara emosional. Sama halnya ketika beliau menghadapi orang yang kencing di mesjid Nabawy. Para sahabat langsung menghunuskan pedang. Ternyata beliau melarang menggunakan kekerasan dan bertindak emosional. Beliau tidak pernah mengatakan bahwa orang itu kafir, menghina Islam, darahnya halal. Tidak, sama sekali tidak. Beliau dengan wajah tersenyum menyuruh untuk menyiram bekas kencing orang badui tersebut dan memaafkannya. Masyallah, innahu la'ala khuluqin adlim. Sesungguhnya beliau berakhlaq mulia. Shadaqa Allahu al-Adlim.&lt;br /&gt;Ada contoh menarik lagi yang pantas untuk kita renungkan. Suatu saat ada seorang tua dan miskin bersenggama di tengah hari di bulan ramadlan. Ia datang pada Rasul SAW. Ia mengatakan saya bersenggama, wahai Rasul saw. Beliau menyuruhnya untuk memerdekakan budak. Dia menjelaskan bahwa dia tidak punya uang. Rasul saw menyuruhnya berpuasa dua bulan. Ia mengatakan, saya lemah, tua, dan tidak kuat. Rasul saw menyuruh untuk memberi makan pada orang miskin. Ia pun mengatakan, ia sangat miskin dan tidak punya uang. Lalu apakah kemudian tidak ada pilihan lain. Mungkin kalau menggunakan logika Islam garis keras pasti tak ada pilihan lain. Karena pemahaman yang salah tentang wa man la yahkum bima anzalallahu faulaika hum al-kafirun. Rasul justru memberi alternatif keempat yang tidak ada dalam Al-Qur'an. Lalu beliau memberikannya korma, seraya mengatakan, bersedekahlah dengan korma ini. Subhanallah, wa ma arsalnaka illa rahmatan lil alamin. Sesungguhnya, engkau paduka Rasul saw, benar-benar diutus untuk memberi rahmat bagi alam semesta. Shadaqa Allahu al-Adlim.&lt;br /&gt;Jadi hukum yang diterapkan Rasul SAW itu tidak kaku, tapi fleksibel. Dan hukum bukan untuk hukum, melainkan untuk maslahat. Ahlussunnah wal Jma'ah mendekati hukum dengan pendekatan maslahat tersebut. Itu juga yang dicontohkan oleh sahabat radliyallahu anhum. Oleh karena itu NU tidak melihat politik dijalankan hanya dengan pemahaman teks an-sich yang radikal. Sebab itu bertentangan dengan gaya politik sahabat radliyallahu anhum. Kita pun sering melihat para sahabat melakukan banyak hal karena berlandaskan maslahat an-sich asal sejalan dengan ruh Islam. Seperti Abu Bakar Ra mengumpulkan mushaf al-Qur'an, memerangi mani' zakat, menunjuk Umar sebagai pemimpin penggantinya. Serta Umar Ra tidak memberikan zakat pada muallaf qulubuhum, membuat diwan atha' dan diwan jaisy, menggunakan penjara, tidak menerapkan potong tangan pada saat krisis ekonomi. Serta Usman menetapkan satu mushaf usmany dan membakar yang lain. Serta masih banyak contoh lain yang menegaskan bahwa kebijakan politik dan pemerintahan mereka tidak berdasarkan pada nash sharih, tapi berdasarkan maslahat dan sesuai dengan ruh Islam. Sebab pemerintahan itu tidak bisa dijalankan dengan teks an-sich, harus selalu ada ijtihad agar mampu memasukkan nilai-nilai islami dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Semua itu karena tujuan utama berdirinya negara adalah maslahat umat dan tegaknya keadilan. Sehingga kita memerlukan sebuah pemerintahan yang kuat, berwibawa, adil, dan membawa maslahat. Bahkan demi terciptanya kedamaian dan untuk menghindari peperangan berkepanjangan yang hanya merugikan umat Islam. Oleh karena itu baik al-Ghazaly maupun Ibn Taimiyah, memperbolehkan untuk hidup di dalam kekuasaan yang fajir (pendosa) sekalipun. Sebab bertahun-tahun bersama pemimpin fajir lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin. Sebab berperang dan beraktifitas tanpa persetujuan pemimpin hanyalah tindakan Khawarij.&lt;br /&gt;Bahkan dikisahkan dalam Al-Qur'an banyak negara yang tidak memeluk Islam tapi damai, tentram, sejahtera, dan dipuji Allah swt. Atas dasar ini pula al-Ghazaly lebih mementingkan keadilan dan kesejahteraan daripada sistem politik tertentu. Dalam kitab Tibr al-Masbuk, ia menasehati semua pemeritah muslim, "...Maka perlu kamu ketahui bahwa pembangunan negeri dan kehancurannya disebabkan oleh pemimpinnya. Kalau pemimpinnya adil maka negeri akan makmur seperti di jaman (Raja Persia) Ardsyir, Afridon, Bahram Kur, Kisra Anusyirwan. Sedangkan jika pemimpinnya dlalim maka negeri akan rusak berantakan seperti di jaman Dhahhak, Afrasiyan, Barsdkan...). Dalam teks ini terlihat Al-Ghazali tidak terlalu memusingkan bentuk pemerintahan, mau pemerintahan Persia, Arab atau lain sebagainya. Yang penting pemimpin harus adil dan membawa maslahat bagi umat.&lt;br /&gt;Jadi, sudah seharusnya kita keluar dari dikotomi kaku antara Dar al-Kufr (Negeri Kafir) dan Dar al-Islam (Negeri Islam). Tidakkah kita mencari alternatif bentuk negeri yang lain. Sebuah negeri yang terbuka pada sistem luar, menerapkan keadilan, menjaga keamanan, mengedepankan maslahat, serta bisa menerapkan syariat Islam, akhlaq Islam, Aqidah Islam dengan damai dan santun: Yaitu Dar as-Salam (Negeri Damai). Itulah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Robith Qosidi&lt;br /&gt;Alumnus Universitas Al Azhar, Mantan Ketua Lakpesdam PCINU Mesir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;http://www.nu.or.id/page.php &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-4414409272655712656?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/4414409272655712656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=4414409272655712656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4414409272655712656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4414409272655712656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/opini_27.html' title='OPINI'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1686455321672564637</id><published>2008-01-27T04:23:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T06:44:02.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional Info'/><title type='text'>International</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5x4M8XSK8I/AAAAAAAAADQ/8KFdZgl3LQE/s1600-h/003131p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160131436817296322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5x4M8XSK8I/AAAAAAAAADQ/8KFdZgl3LQE/s320/003131p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ribuan Warga Palestina Serbu Wilayah Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GETTY IMAGES/ABID KATIB&lt;br /&gt;Puluhan ribu warga Palestina menerobos tembok pembatas di Kota Rafah, Rabu (23/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Terkait:&lt;br /&gt;Kamis, 24 Januari 2008 00:17 WIB&lt;br /&gt;RAFAH, RABU - Puluhan ribu warga Palestina menerobos tembok pembatas di Kota Rafah yang dibangun Israel pada 2004, setelah diledakkan terlebih dulu. Mereka berbondong-bondong ke Kota Rafah wilayah Mesir untuk mencari makanan dan bahan bakar akibat blokade yang dilakukan Israel.&lt;br /&gt;"Mereka sangat haus kebebasan, lapar akan makanan dan butuh banyak hal," kata seorang Mesir pemilik toko yang hanya menyebut namanya Hamida.&lt;br /&gt;Rafah merupakan kota yang terbagi dua, wilayah Gaza dan Mesir. Pembagian itu ditandai batas tembok setinggi enam meter yang dibangun Israel pada 2004. Para militan berhasil meledakkannya sepanjang 200 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu Malam tiba, Rabu (23/1), puluhan ribu warga Palestina langsung menyerbu ke wilayah Mesir melalui Jalur Gaza. Pejabat setempat memperkirakan, rombongan tersebut mencapai sekitar 200.000 orang. Rafah pun segera berubah menjadi pasar malam. Mereka memborong segala keperluan hidup. Mereka ke wilayah Mesir dengan membawa keledai, troli dan gerobak.&lt;br /&gt;"Saya membeli banyak hal untuk keperluan hidup selama beberapa bulan. Saya membeli makanan, rokok, juga beberapa galon bahan bagar untuk mobil saya," jelas Mohammed Saeed.&lt;br /&gt;Minggu lalu, Israel memang memperketat daerah perbatasan. Israel juga menyetop pengiriman bahan bakar, hingga membuat listrik di wilayah Gaza tak bisa menyala. Selain itu, suplai makanan juga diblokade. Hancurnya tembok perbatasan di Rafah merupakan pukulan sekaligus memperlemah tekanan yang dilakukan Israel.&lt;br /&gt;Sementara itu, sekutu Israel, Amerika Serikat, menyalahkan kelompok Hamas sebagai penyebab kekacauan di Gaza. "Kesalahan sepenuhnya berada di pihak Hamas sebagai penyebab kekacauan di Jalur Gaza," kata juru bicara Gedung Putih, Dana Perino.&lt;br /&gt;"Situasinya benar-benar membuat Israel dalam masalah. Sebab, Hamas telah meluncurkan 150 roket setiap harinya ke wilayah Israel, hingga negara tersebut terpaksa melakukan blokade," tambahnya.&lt;br /&gt;Terminal perbatasan di Rafah, yang menjadi pintu warga Gaza ke dunia luar, ditutup sejak Hamas menentang perundingan perdamaian dengan Israel yang dilakukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Juni 2007.&lt;br /&gt;Banjir warga Palestina ke Rafah tersebut tak bisa dicegah Pemerintah Mesir. Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan, "Biarlah mereka datang untuk makan dan membeli bahan-bahan makanan. Mereka boleh kembali lagi asal tidak membawa senjata."&lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak yang sedang berkunjung ke Paris, tak bisa menyalahkan Mesir. "Saya percaya Mesir tahu dan akan menghormati peran mereka dalam kerangka masalah ini. Saya kira, tak akan ada gunanya untuk menambah pendapat dalam masalah ini," katanya.&lt;br /&gt;namun, sebelumnya Israel mengkritik Mesir yang membiarkan terjadinya penyelundupan senjata ke Jalur Gaza melalui Rafah. Sementara Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, pihaknya tidak akan menyebabkan kekacauan di Jalur Gaza jika para militan tidak meluncurkan roket ke wilayahnya.&lt;br /&gt;Menurut tentara Israel, sejak minggu lalu militan Palestina sudah mengirimkan 250 roket ke wilayah Israel. Ini dijadikan alasan Israel untuk melakukan kekerasan terhadap warga Palestina yang dicurigai. Sejauh ini, tentara Israel sudah membunuh 30 warga Palestina. (AP/HPR&lt;br /&gt;http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.01.24.00175245&amp;amp;channel=1&amp;amp;mn=9&amp;amp;idx=25&lt;br /&gt;Last Updated ( Sunday, 27 January 2008 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1686455321672564637?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1686455321672564637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1686455321672564637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1686455321672564637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1686455321672564637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/international.html' title='International'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R5x4M8XSK8I/AAAAAAAAADQ/8KFdZgl3LQE/s72-c/003131p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-4134930548424021379</id><published>2008-01-25T04:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:08:42.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam kita'/><title type='text'>OPINI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MUI, Ahmadiyah, dan Fikih Toleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Oleh Maksun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENARIK dicermati pernyataan mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan andil atas terjadinya berbagai tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan fatwa sesat yang dikeluarkan MUI untuk kelompok Ahmadiyah dan orang-orang yang bergabung dalam gerakan Shalawatan Wahidiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MUI bukan satu-satunya organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat yang bisa membuat kesalahpahaman. Saya minta MUI tidak menggunakan kata sesat," katanya dalam orasi catatan akhir tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Menteri Agama, Maftuh Basuni, pernah menyarankan agar komunitas Ahmadiyah membuat agama baru. Gagasan "aneh" tersebut dilontarkan oleh Menag pascakriminalisasi warga Ahmadiyah di Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Februari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa mipungkiri, aksi biadab itu salah satu pemicunya adalah fatwa MUI yang menyatakan bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran sesat. Warga Ahmadiyah menilai, aparat keamanan juga berperan memperparah perusakan di tempat-tempat Ahmadiyah. Sebab, saat kejadian, aparat keamanan lebih banyak membiarkan daripada mencegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kalangan LSM berpendapat, pembiaran tersebut disebabkan oleh tidak konsistennya peraturan perundang-undangan. Masih terdapat benturan antara UU 39/1999 tentang HAM dan KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menyebabkan aparat hukum bingung menafsirkan antara kebebasan beragama dan penodaan agama. Di satu sisi, UU HAM mengatur kebebasan beragama, di sisi lain KUHP mengatur penodaan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Ahmadiyah meleburkan dirinya menjadi agama baru? Tidakkah hal itu justru bertentangan dengan UUD yang menjamin kebebasan warga negara untuk memeluk dan menjalankan keyakinannya? Tidakkah lebih baik jika fatwa sesat Ahmadiyah itu justru dicabut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ekses negatif fatwa sesat Ahmadiyah yang dikeluarkan oleh MUI itu, maka menurut saya, lebih baik fatwa tersebut ditinjau kembali dan bahkan harus dicabut. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jika fatwa tentang larangan Ahmadiyah tetap dipertahankan, berarti hanya ada satu pilihan buat mereka, yaitu kembali ke Islam "lurus". Kalau saja anggota Ahmadiyah menolak untuk mengikuti Islam versi MUI, mereka akan kehilangan hak untuk tinggal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, fatwa itu -meminjam terminologi Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL- mengingatkan kita kepada inkuisisi akidah yang pernah dipraktikkan oleh Raja Ferdinand di Spanyol setelah berhasil merebut kembali (reconquista) tanah di Semenanjung Iberia itu dari kekuasaan Islam. Dia memberikan tiga pilihan kepada umat Islam dan Yahudi kala itu: masuk Kristen, hengkang dari Spanyol, atau dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Raja Ferdinand itu kontras dengan toleransi yang dipraktikkan oleh raja-raja Islam di Spanyol selama berabad-abad. Nasib yang dialami oleh orang-orang Ahmadiyah di Indonesia mirip dengan nasib umat Islam dan Yahudi di Spanyol era itu: kembali ke jalan "lurus", yaitu Islam, hengkang dari Indonesia, atau tetap tinggal namun dengan sejumlah risiko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, fatwa MUI penuh persoalan dilihat dari sudut kehidupan berbangsa. Fatwa itu adalah setback, ditinjau dari upaya membangun kehidupan kebangsaan yang plural. Bahkan, fatwa yang berkaitan dengan Ahmadiyah jelas-jelas berlawanan dengan konstitusi yang menjamin kebebasan melaksanakan agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan berkeyakinan dijamin oleh UUD 1945. Pasal 28 E Ayat 2 menyebutkan, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Ayat 2 pasal 28 E menegaskan, setiap orang berhak atas kekebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan ahti nuraninya. Ayat 3 menyebutkan, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikih Toleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, sikap toleran dan bersedia menenggang rasa perbedaan di antara kita acapkali hanya diasosiasikan kepada umat beragama yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tragis yang dialami umat Ahmadiyah selama 2007 kian membuktikan masih minusnya rasa saling menghargai perbedaan dan keberagaman di antara umat Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, maka membangun fikih toleransi - meminjam istilah Amin Abdullah- menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rektor UIN Yogjakarta itu, fikih toleransi lebih banyak bertumpu pada cara berpikir, cara bergaul, dan cara berinteraksi. Sebastiano Mosso, dalam bukunya Tolleranza e Pluralismo, mengatakan bahwa toleransi pada hakikatnya berpangkal pada kesadaran diri manusia akan bisikan nurani yang benar, lurus, dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fikih toleransi didasarkan atas sikap inklusif, pluralis, dan multikulturalis terhadap sesama. Fikih toleransi mengandaikan pilihan dasar positif manusia atas keadaan antarsesamanya yang terbelenggu dalam ketertindasan, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dasar itu adalah kesediaan untuk menerima, menghargai, dan menghormati sesama sebagai insan yang memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangan. Karenanya, fikih toleransi menuntut adanya keikhlasan dan keberanian moral manusia untuk mengakui serta menerima perbedaan dalam hidup sehari-hari tanpa disertai tindakan anarkis dan radikal, karena hal itu jelas bertentangan dengan Islam sebagai rahmatan lil'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, jalan keluar di tengah konflik Ahmadiyah, menurut saya, bukan dengan cara meminta mereka untuk kembali kepada Islam mainstream atau keluar dari Islam dan membuat agama baru seperti disarankan Menag, melainkan dengan cara mencabut fatwa sesat MUI itu dan membiarkan mereka untuk eksis hidup berdampingan dengan umat yang lain, dengan tetap mengedepankan sikap toleransi yang menuntut para pemeluk agama saling menghargai perbedaan dan menerima keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama fatwa sesat MUI itu tidak dicabut, maka pada 2008 ini kekerasan sangat mungkin akan kembali terjadi.(68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Maksun, dosen Fakultas Syariíah IAIN Walisongo Semarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="center"&gt;&lt;br /&gt;Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-4134930548424021379?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/4134930548424021379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=4134930548424021379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4134930548424021379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4134930548424021379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/opini.html' title='OPINI'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-2390215252302476979</id><published>2008-01-14T03:18:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:10:43.887-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional Info'/><title type='text'>News Update</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pakistanis want democracy; fear US is hostile toward Islam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Washington, Jan 07: A majority of Pakistanis want a “moderate and democratic Islamic” state but is wary of the US as they perceive that Washington is “hostile” toward Islam, according to a survey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They have little sympathy for Islamist military groups and rejects “Talibanization” of the country and supports recent government efforts to reform the madrassah system, said the survey conducted by worldpublicopinion.org with assistance from the US Institute of Peace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“While Pakistan is racked by conflict between leaders and groups vying for power, this poll indicates that most Pakistanis largely agree on a moderate and democratic Islamic state,” Steven Kull of worldpublicopinion.org said in a statement recently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The good news is that majority of Pakistanis view most militant groups in Pakistan as a threat. The bad news is that many Pakistanis view the US with great suspicion,” Christine Fair of the Rand Corporation, formerly at the US Institute of Peace, remarked.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is a growing Pakistani perception that the United States is hostile to their desire for a more Islamic society. Indeed, 86 per cent now say it is definitely (70%) or probably (16%) a US goal to “weaken and divide the Islamic world.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The survey finds strong public support for a wider role for Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asked to gauge the importance of living “in a country that is governed according to Islamic principles (Sharia)” on a 10-point scale, 61 per cent give an answer of 10 (meaning absolutely important).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And on the importance of living “in a country that is governed by representatives elected by the people”, the mean response is 8.4, which indicates an overwhelming support for the suggestion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, there is little support among Pakistanis for a shift to extreme religious conservatism. Only a small minority (15%) even among those who want a greater role for Sharia say they want to see more “Talibanization of daily life”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eighty-one per cent say it is important for Pakistan to protect religious minorities which have been frequent targets of militant violence and three quarters (75-78 per cent) say that attacks on specific religious minorities (Ahmadiyya and Shia) are never justified.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The survey identified substantial support for reforming the religious schools known as madrassahs. About two-thirds (64 per cent) support a recent government plan to regulate the madrassahs, requiring them to register with the government and to spend more time on subjects like math and science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only 17 per cent are opposed to such reform efforts. Interestingly, those who want a larger role for Sharia are more likely than others to strongly favour these reforms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is also little sympathy for Islamist militant groups operating in Pakistan. Three in five (60-62 per cent) view the activities of al Qaeda, local Taliban, and Pakistani Islamist militant groups as threats to Pakistans vital interests.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The survey has shown that a large majority wants the special status of the region along the afghan border known as the Federally Administered Tribal Areas (FATA) to be phased out and for the FATA to be integrated into Pakistan’s legal structure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seventy-two per cent think the frontier crimes regulation should be changed so that people in FATA “have the same rights and responsibilities as all other Pakistanis.” Only 8 per cent think it should be left unchanged.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The survey was conducted from Sept 12-18, just before President Pervez Musharraf declared a six-week state of Emergency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bureau Report&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read complete report at http://www.worldpublicopinion.org/pipa/articles/home_page/440.php?lb=hmpg1&amp;amp;pnt=440&amp;amp;nid=&amp;amp;id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-2390215252302476979?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/2390215252302476979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=2390215252302476979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/2390215252302476979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/2390215252302476979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/news-update.html' title='News Update'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-3401339415889650694</id><published>2008-01-10T19:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:11:17.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamic Values'/><title type='text'>Islamic Values</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Islam and Terrorism&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;It is unfortunate that Islam, the religion of peace, hope, harmony, goodwill and Brotherhood had been badly tarnished by the perpetrators of various terrorists acts and barbarism as seen on September 11, 2001. The purpose of this presentation is to set forth the teachings of Islam so that manifestations of various terrorist acts are fully exposed in the light of Islamic teachings under whose shelter these activities are being committed. &lt;a href="http://www.alislam.org/library/links/00000104.html#T1"&gt;Diplomatic immunity and ethics of war in Islam&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.alislam.org/library/links/00000104.html#T2"&gt;Islamic Jihad&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.alislam.org/library/links/00000104.html#T3"&gt;Peace and international relations in Islam&lt;/a&gt; &lt;a name="T1"&gt;&lt;/a&gt;DIPLOMATIC IMMUNITY AND ETHICS OF WARAccording to the Islamic Holy Book - the Quran, God has bestowed honour on every individual irrespective of skin colour, race, nationality, etc. Freedom is one of the great favours of God and its deprivation is a great misery. Under the Islamic dispensation, no one can be made a captive without a just cause. Prisoners can only be taken in the event of a regular declared war or battle and not for any other reason or under any other pretext. The Holy Quran specifically states: It does not behove a Prophet that he should have captives until he engages in regular fighting in the land. If you take captives, except in regular fighting, you will be regarded as desiring the goods of this world, while ALLAH desires for you the Hereafter. And ALLAH is Mighty, Wise (&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/8.html"&gt;8:68&lt;/a&gt;) This verse cuts at the root of not only slavery practice in years gone by but also demolishes any supposed justification of modern day hostage-taking and hijacking of innocent people not involved in actual combat.&lt;br /&gt;In his farewell address the Holy Prophet of Islam gave special instructions regarding good treatment which should be meted out to prisoners. The Holy Prophet said: O men, you still have in your possession some prisoners of war. I advise you, therefore, to feed them and to clothe them in the same way and style as you feed and clothe yourselves ..... To give them pain or trouble can never be tolerated. More specific commandments on the ethics of war and treatment of prisoners are contained in the fifth verse of the forty-seventh chapter of the Quran. This comprehensive verse can be paraphrased as follows: "When engaged in a regular battle, it should be fought bravely and relentlessly. War can be continued till peace and freedom of conscience are established. Prisoners are to be taken judiciously. Free men cannot be deprived of their liberty without a just and reasonable cause. When war is over, prisoners should be released as an act of favour or on taking ransom or by negotiating a mutual exchange." In the history of Islam all these methods have been used for releasing prisoners. A novel method to get release was that the educated prisoners could teach reading and writing to those who were illiterate, in lieu of ransom. This verse further strikes at the roots of those who would justify modern day terrorism in the name and under the banner of Islam. Envoys are privileged people in the Islamic system. They enjoy full personal immunity. They are not subject to political ransom, no matter how worthy the cause may be, and to kidnap them is a heinous crime. They must not be killed, molested or maltreated. There are numerous instances from the Holy Prophet's life which illustrate the application of these principles. Thus Islamic scriptural commandments and the precepts of the Holy Prophet of Islam concerning diplomatic immunity are free from ambiguities. In a nutshell, taking hostages and maltreating envoys and private citizens in any shape and form is totally foreign to the teachings and doctrines of Islam. In other words, the philosophy of Islam totally rejects terrorism. &lt;a name="T2"&gt;&lt;/a&gt;CONCEPT OF JIHAD IN ISLAMThrough the actions of some elements, the western world visualizes a wrong concept of Jihad (Holy War). The word Jihad conjures up the vision of a marching band of religious fanatics with savage beards and fiery eyes, brandishing swords and attacking the infidels. Jihad in Islamic terminology means to make an effort, to endeavour and to strive in a noble way. Over the centuries this meaning of Jihad has been obliterated or at least diluted. The critical juncture in the Islamic world requires reviving and recapturing the true and pristine meaning of Jihad. Jihad can be divided into two broad categories. First is Jihad-e-akbar. This is Jihad against one's own person to curb sinful inclinations, i.e., purification of self. This is the most difficult Jihad and hence in terms of rewards and blessings is the highest category of Jihad. The second is Jihad-e-asghar. This is Jihad of the sword. This is communal Jihad and presupposes certain specific conditions. The Quran speaks of fighting only against those who first attack Muslims and this is the very condition laid down in other verses of the Holy Quran as well. The so-called verse of the sword in the Islamic scripture is often taken out of context as if it inculcates an indiscriminate massacre of all unbelievers. The Quranic words such as kill whatever you find them apply only in cases where the enemy has first attacked Muslims and apply to those unbelievers and enemies who break their oaths and firm agreements. They do not apply to unprovoked wars and battles. To interpret these verses in any other manner would be a travesty of the lofty ideals of Islam. There is not a single instance in the life of the Holy Prophet where he offered the alternative of the sword or Islam to anyone. The Western media and even some scholars sometimes ignore the distinction between these two aspects of Jihad. It must be remembered that the Holy Quran does not make Jihad, the holy war, in context of an article of faith. The sayings and traditions of the Holy Prophet render it into a formula for active struggle that invariably and incorrectly tended towards a militant expression. Modern day terrorism is contrary to the purview of the real spirit of the Islamic Jihad. The presentation of Islam as a crude and barbaric religion which gives itself the right to cause unwarranted human and material suffering and destruction under the guise of Divine authority, is not the kind of Islam we find in the Holy Quran and in the precepts of the Holy Prophet Muhammad (peace and blessings of Allah be upon him!) &lt;a name="T3"&gt;&lt;/a&gt;PEACE AND INTERNATIONAL RELATIONS IN ISLAMAmong the attributes of God, the Holy Quran mentions that He is the Source of peace and the Bestower of security (59:23). The establishment of peace and maintenance of security must, therefore, be the constant objective of all Muslims and non-Muslims alike. Every pursuit and activity which disturbs peace is severely condemned in Islam. We find specific injunctions in the Holy Quran: And create not disorder in the earth after it has been set in order.... (&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/7.html"&gt;7:57&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/86.html"&gt;11:86&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/29.html"&gt;29:37&lt;/a&gt;)Mischief and wickedness are condemned in several other verses and Muslims are commanded to work wholly for peace. Islam draws attention to factors which tend to disturb or destroy peace and order, and deprecates them. Domination of one group by another in the domestic sphere, or of one people by another in the international sphere is a potent cause of disturbance of peace and is therefore strongly condemned. Economic exploitation of one people or country by another inevitably leads to domination by the exploiters, and develops into a potential threat to peace. The Holy Quran prohibits such exploitation and an economy based on exploitation cannot be beneficial in its consequences, nor can it endure. Islam visualizes an association of strong and stable states allied together in the pursuance of peace, freedom of conscience and the promotion of human welfare. Treaties or covenants between nations may have to be drawn up which should be done in a straightforward language and should not be evaded or repudiated under the temptation of securing some advantage. In case of difficulties and disputes, it is the duty of Muslims to bring about a peaceful settlement and adjustment. The Holy Quran teaches that God has sent His revelation to all people from time to time. Many of prophets of the Old Testament are mentioned by name and so is Jesus who with other prophets is honoured and revered by all Muslims. Indeed, the Quran requires belief in the truth of all these prophets. Islam is thus unique and distinct in requiring an affirmation in all prophets wherever they appeared and therefore it seeks to bring about reconciliation between the followers of different faiths and to establish a basis of respect and honour among them. The Quran says: Surely, those who believe and the Jews and the Christians and the Sabians - whichever party from among these truly believes in ALLAH and the Last Day and does good deeds, shall have their reward with their Lord, and no fear shall come upon then nor shall they grieve (&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/2.html"&gt;2:63&lt;/a&gt;) The same message is repeated in &lt;a href="http://www.alislam.org/quran/translation/5.html"&gt;5:70&lt;/a&gt;. The basic unity of the followers of all faiths is emphatically stressed in the Holy Quran and the creation of discord and disunity by terrorism or otherwise has no place in Islam. In the domain of international relations, religion and inter-religious relations occupy an important position. Unfortunately, comparatively little attention is paid to this aspect of human relations. It is assumed that religion is a private matter for each individual and should, therefore, have no direct connection with the political, social aspects of life. This assumption is not justified. Islam being an egalitarian religion, is not just a personal faith, but an all-encompassing codes of values and conduct. Islam is and will be a vital factor in human relations and there is a good ground of hope that it might progressively become more effective in promoting unity and accord rather than continue to be required on the part of religious and political leaders to achieve that goal. I must conclude by saying that whether peace or war, acts of terrorism are not only condemned in Islam but are also pointedly declared alien to the teachings of Islam which in fact means peace through the submission to the Will of God, the Lord of all human beings. Only through conformity to Divine laws can we hope to achieve the ideal of a secure world free of terrorism. BIBLIOGRAPHYAbbot, Freeland. (1968) Islam and Pakistan. Ithaca: Cornell University Press.Ahmad, Mirza Bashiruddin Mahmud. (1980). Invitation to Ahmadiyyat, London: Routledge &amp;amp; Kegan Paul.Khan, Sir Muhammad Zafrullah (1989). Islam: Its Meaning for Modern Man. New York &amp;amp; Evanston: Harper &amp;amp; Row.The Holy Quran (Arabic Text with the English Translation by the late Sir Muhammad Zafrullah Khan: President of the 17th Session of U.N. General Assembly and later Judge and President of the International Court of Justice at the Hague, London; Curzon Press &lt;a href="http://www.alislam.org/library/links/00000104.html"&gt;http://www.alislam.org/library/links/00000104.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-3401339415889650694?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/3401339415889650694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=3401339415889650694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3401339415889650694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3401339415889650694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/islam-and-terrorism-it-is-unfortunate.html' title='Islamic Values'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-4870356994729933004</id><published>2008-01-03T06:20:00.000-08:00</published><updated>2008-06-10T23:16:48.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional Info'/><title type='text'>Bencana Melanda Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Korban Tewas Lesus di Brebes Jadi 4 Jiwa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 3 Januari 2008 - 20:11 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BREBES - Korban terjangan angin puting beliung disertai sambaran petir di Brebes, Jawa Tengah, bertambah menjadi empat orang. Dua korban terahir yakni Sodik (65), warga Banjaratma, dan Soimah (25), berdomisili di Dukuh Sipuguh, Banjaratma.Sama halnya dengan kedua korban pertama, yakni Sofyan (27) dan Khodijah (35), mereka yang berada di areal persawahan tewas disambar petir yang datang bersamaan dengan terjangan lesus, sekira pukul 14.00 WIB, Kamis (3/1/2008) siang."Korban meninggal seluruhnya berjumlah empat orang. Ini mengagetkan," ujar Kepala Kesbanglinmas Pemkab Brebes, Kustoro, di lokasi kejadian, sore ini.Sebelumnya, hanya diketahui ada dua korban yakni Sofyan dan Khodijah. Keduanya menghembuskan nafas akibat sambaran petir di lokasi yang tidak terlalu berjauhan.Khodijah, saat maut maut menjemput, tengah membersihkan bawang merah di kebun miliknya. Posisinya tidak jauh dari tempat Sofyan yang saat itu tengah berjalan dalam pusaran angin. Sejurus kemudian petir menggelegar menyambar keduanya.Menurutnya, Pemkab Brebes akan memberikan bantuan kepada seluruh warga yang turut menjadi korban.(Untung Subejo/Sindo/jri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;http://www.okezone.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Lesus Disertai Petir Hantam Brebes, 2 Tewas&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kamis, 3 Januari 2008 - 18:59 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BREBES - Angin puting beliung disertai sambaran petir menewaskan dua orang di Brebes, Kamis (3/1/2008) sore. Kedua korban meninggal adalah Sofyan (27) dan Khodijah (40). Keduanya adalah warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jateng.Menurut warga, lesus mulai menerjang rumah mereka sekira pukul 14.00 WIB. Musibah didahului oleh hujan yang turun dengan derasnya."Tiba-tiba, hujan berhenti, lalu datang angin menderu-deru dari arah utara langsung menghantam rumah warga. Bersamaan dengan itu, beberapa kali petir terdengar menyambar, keras sekali," ujar Warjo (35), warga setempat.Saat angin ribut mengamuk itulah, kedua korban tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Sofyan, diketahui baru saja menanam padi di sawahnya bersama ayahnya, Mustadi (53). Sedangkan Khodijah yang berada tidak jauh dari tempat Sofyan berada, tengah membersihkan bawang merah yang habis dipanen dari areal kebun miliknya."Tiba-tiba petir menyambar mereka. Korban tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat didatangi, keduanya sudah meninggal dunia," timpal Subkhan (40), warga setempat, yang rumahnya ikut rusak diterjang lesus.Kedua jenazah korban saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya keluarga akan memandikan dan kemudian segera mengebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Tegalglagah.(Untung Subejo/Sindo/jri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;http://www.okezone.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Badai La Nina Landa NTT, Bencana Mengancam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 28 Desember 2007 - 11:36 wib&lt;br /&gt;Lelin - Okezone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUPANG - Curah hujan yang terjadi diatas ambang normal sepekan terakhir disebagian wilayah NTT berpeluang menimbulkan badai La Nina. Hal ini menandakan wilayah NTT mulai memasuki periode bencana seperti tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya.Untuk itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) meminta seluruh masyarakat agar selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.Kepala BMG Stasiun El Tari Kupang, Albertus Kusbagio, yang dihubungi melalui telepon selulernya Jumat (28/12/2007) mengatakan, indeks osilasi selatan (ISO) saat ini +10,9 yang berarti seluruh wilayah NTT harus waspada sebab hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi sehingga sangat berpeluang menimbulkan bencana.Dia mengatakan, Badai La Nina akan terjadi di NTT sampai dengan akhir Desember 2007 akibat adanya tekanan rendah 1.002 milibar sehingga berdampak juga pada gelombang laut yang mengganas di beberapa perairan."Gelombang laut di Laut Flores telah mencapai lima meter. Sedangkan di perairan NTT lainnya rata-rata tiga meter," kata Kusbagio.Sejumlah perahu nelayan yang sementara berlabuh di pelabuhan perikanan Tenau, Kupang, karam setelah dizhandam gelombang dasyat beberapa hari terakhir."Perahu saya tambatkan Kamis pagi, dan sore hari ketika saya ingin pindahkan ke tempat yang aman, ternyata sudah karam dan tenggelam akibat dihantam gelombang," kata Andika, salah satu pemilik armada penangkapan ikan.Gelombang ganas yang terjadi tiga hari terakhir berdampak pula pada dihentikannya seluruh armada pelayaran PT.Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) ke sejumlah daerah. Sejak Jumat, armada-armada ASDP dilabuhkan di pantai Hansisi, pulau Semau.Kepala Cabang PT ASDP Kupang La Unru, yang dihubungi di Kupang mengatakan, pihaknya menghentikan sementara pelayaran dengan tujuan Kupang-Rote dengan menggunakan KM. Balibo, lintasan Kalabahi-Baranusa dengan KM. Namparnos serta tiga pelayaran lainnya menuju ke Pulau Sabu dan Flores.Para nelayan pun terpaksa menghentikan aktifitas melaut akibat gelombang laut yang rata-rata mencapai tiga meter di perairan Kupang dan sekitarnya.(jri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;http://www.okezone.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03/01/2008 18:58&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ketinggian Banjir di Gresik Kembali Naik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan6.com, Gresik: Ketinggian banjir yang merendam kawasan Gresik, Jawa Timur naik. Banjir yang sebelumnya menyusut hingga selutut orang dewasa, kini kembali naik menjadi sepinggang orang dewasa. Demikian pantauan SCTV, Kamis (3/1) petang.&lt;br /&gt;Naiknya volume air akibat hujan yang terus mengguyur kawasan Gresik dengan intensitas sedang. Sebagian warga masih belum mau mengungsi meski rumah mereka terendam banjir &lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=153065"&gt;[baca: Gresik Masih Terendam]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Sementara sebagian warga Laren, Lamongan memilih bertahan di pengungsian. Mereka takut akan adanya banjir susulan. Maklum, hujan masih mengguyur kawasan tersebut. Namun sebagian lainnya memberanikan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Warga yang pulang langsung membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir. Mereka juga membersihkan perabot yang terendam lumpur. Mereka terpaksa menggunakan air kotor. Pasalnya tak ada air bersih. Mereka berharap bantuan segera disalurkan.&lt;br /&gt;Pemandangan seperti kota mati terlihat di Bojonegoro. Jalan-jalan protokol yang biasa ramai lalu lalang kendaraan, kini sepi. Aktivitas benar-benar lumpuh di antaranya terlihat di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Mohammad Thamrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/"&gt;http://www.liputan6.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;03/01/2008 14:59&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Banjir di Karangbinangun Belum Surut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan6.com, Lamongan: Banjir setinggi lebih dari satu meter di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur, akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo belum surut. Kecamatan ini selalu menjadi langganan banjir setiap hujan turun. Ini karena daerah tersebut merupakan dataran rendah. Namun, banjir kali ini adalah yang terparah.&lt;br /&gt;Dari pantauan SCTV, Kamis (3/1), terbatasnya lokasi pengungsian membuat warga yang mengungsi terpaksa ditampung di sebuah bangunan sekolah dasar. Tapi, sebagian korban terutama yang memiliki rumah bertingkat memilih bertahan di tempat tinggalnya masing-masing walau sudah terkepung banjir.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;br /&gt;Sedangkan di beberapa wilayah yang sudah tak terendam banjir tampak batang-batang pohon yang tumbang berserakan di jalan. Pemerintah daerah setempat telah mengirimkan bantuan material untuk membangun tanggul yang jebol.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27/12/2007 20:14 LIPUTAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;HITAM PUTIH 2007&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan6.com, Jakarta: Tepat satu tahun yang lalu, pada hari pertama di Januari 2007, pesawat Adam Air nomor penerbangan 574 hilang, dalam perjalanan dari Surabaya menuju Manado. Sampai saat ini, tak ada satu pun penumpang yang pernah ditemukan. Cuaca buruk dilaporkan menghalangi komunikasi, namun tak pernah ada penjelasan mengapa kecelakaan itu terjadi. Tiga ribu enam ratus orang lebih dikerahkan dalam pencarian, begitu pun bantuan pihak asing, menelan biaya Rp1 miliar per hari selama kurang lebih satu bulan. Baru pada Agustus 2007, kotak hitam pesawat naas ini ditemukan, dan sampai sekarang masih dalam penelitian pemerintah Amerika Serikat. Peristiwa itu memulai lembar hitam dalam catatan sejarah transportasi. Kecelakaan demi kecelakaan terjadi, tidak hanya di udara, namun juga di darat maupun laut.Dua bulan kemudian, kecelakaan menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200, saat mendarat di Yogyakarta. Penyelidikan belakangan menyalahkan sang pilot, karena melanggar prosedur pendaratan. Akibat kelalaiannya, 22 penumpang tewas.Di laut, Indonesia juga berduka akibat tenggelamnya kapal motor Senopati Nusantara di Laut Jawa, yang menewaskan lebih dari 400 penumpangnya. Sayangnya, kabar buruk tentang keselamatan transportasi negeri ini tak berakhir di sana. Masih di laut, insiden kapal motor Livina I bulan Februari lalu, masih berbekas di benak. Lebih dari 50 orang tewas, saat kapal terbakar di lepas pantai Jakarta.Korban bertambah, setelah tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan rombongan wartawan yang datang ke lokasi, tenggelam bersama kapal, seorang di antara korban, merupakan juru kamera SCTV, Muhammad Guntur.Kecelakaan tak hanya terjadi di udara dan laut. Di darat, maut juga tajam mengintai. Nyaris setiap bulan, media massa menyuguhkan adanya kecelakaan yang menimpa transportasi massal seperti kereta api dan bus.Berkaca pada tahun 2007, tak heran bila menatap tahun yang baru, muncul pertanyaan, soal kepastian keselamatan perjalanan.Tahun 2007 juga tak lepas dari bencana alam, yang melanda negeri ini. Ratusan nyawa menghilang, dan ribuan lainnya terpaksa dirawat atau mengungsiHanya beberapa hari sebelum tahun 2007 berakhir, Indonesia dikejutkan dengan longsor di Karanganyar, Jawa Tengah. Sebanyak 60 orang lebih tewas, saat longsor menyerang dinihari, saat warga sedang bekerja bakti membersihkan sisa banjir yang melanda wilayah mereka. Korban terbanyak berada di Desa Ledoksari Kecamatan Tawangmangu.Tragedi ini, dan berbagai longsor lain di sejumlah daerah, seakan mengakhiri tahun yang diwarnai sekian banyak bencana alam.Sejumlah daerah di indonesia, termasuk ibukota terendam banjir dan pasang laut, yang datang dan surut silih berganti. Penyebabnya bukan hanya kesemrawutan perencanaan pembangunan, namun juga bagian dari dampak pemanasan global, yang menaikkan ketinggian air di daerah pesisir.Sepanjang 2007, kita banyak mendengar tentang istilah "pemanasan global" mulai dari berbagai forum di luar negeri, sampai akhirnya pada pertengahan Desember, Indonesia menjadi tuan rumah KTT PBB tentang perubahan iklim, yaitu fenomena yang merupakan salah satu dampak pemanasan global. Namun, meski menjadi primadona, itu bukan berarti tahun 2007 merupakan tahun penyelesaian masalah yang sudah menjadi momok dunia ini.Hitam Putih 2007 juga menyoroti sebelas topik lain yang mengisi lembar perjalanan sepanjang tahun, antara lain menyangkut nasib buruh, kenaikan harga minyak, perseteruan indonesia dan malaysia, bermunculannya aliran agama, berbagai manuver politik, kekerasan bersenjata, hingga bencana alam dan krisis politik di mancanegara. Semua itu kami rangkum dan sajikan untuk Anda, sebagai catatan akhir tahun bagi kita semua.(Merdi Sofansyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/"&gt;http://www.liputan6.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-4870356994729933004?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/4870356994729933004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=4870356994729933004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4870356994729933004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4870356994729933004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2008/01/bencana-melanda-indonesia.html' title='Bencana Melanda Indonesia'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-4205891678643689059</id><published>2007-12-30T02:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-31T02:19:52.692-08:00</updated><title type='text'>News</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Berdarah Klan Bhutto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KARACHI - Makam kubah putih tempat jenazah Benazir Bhutto disemayamkan di samping ayahnya, Zulfiqar Ali Bhutto, menjadi saksi bisu sejarah berdarah keluarga politikus itu. Kematian Benazir Bhutto itu menambah panjang daftar korban tewas keluarga itu.Zulfiqar Ali, Perdana Menteri (PM) Pakistan yang dikudeta militer itu tewas setelah dieksekusi gantung. Sedangkan dua saudara laki-laki Bhutto, juga tewas karena kekerasan dan disemayamkan di makam yang dibangun di tengah lahan persawahan padi di pedesaan Pakistan selatan itu.Semasa hidup, Bhutto pernah berdiri di makam keluarganya tersebut dan menulis, "Pada saat ini saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan meninggal hingga demokrasi kembali ke Pakistan."Kini janji itu terbayar saat Bhutto tewas oleh serangan senjata dan bom bunuh diri pada Kamis kemarin setelah berpidato di hadapan pendukungnya. Bhutto meninggal di usianya yang ke 54 tahun.Mantan PM Pakistan dua periode itu memasuki dunia politik di usia belasan tahun setelah ayahnya digantung oleh diktator militer Jenderal Zia-ul Haq. Zulfiqar Ali merupakan peletak pondasi Pakistan dengan menjadi presiden dan kemudian PM. Dia dikudeta pada 1977 oleh Zia yang menyeret Zulfiqar Ali ke tiang gantungan.Bhutto dan ibunya saat itu ditahan oleh Zia dan baru dibebaskan setelah jenazah Zulfiqar Ali dikuburkan. "Mereka menangis dan bersimpuh di makamnya. Mereka bertanya pada ayah saya bagaimana kondisi jenazah Zulfiqar Ali saat dimandikan dan dia menceritakannya," ungkap Abdul Ghafoor Leghari yang ikut memandikan jasad Zulfiqar Ali bersama ayahnya dan sejumlah orang. Saat itu Leghari berusia 18 tahun.Zia mendorong militansi kelompok garis keras di Pakistan dan menyingkirkan keluarga Zulfiqar Ali Bhutto dan Partai Rakyat Pakistan (PPP). Kediktatoran Zia berakhir saat dia tewas pada 1988 dalam sebuah kecelakaan pesawat.Kematian Zia membuat Benazir Bhutto dapat mengumpulkan kembali dukungan massa yang telah tercerai berai. Keterlibatan Bhutto di pentas politik tak pernah lepas dari ancaman, teror, dan nyawa beberapa anggota keluarganya yang harus hilang.Saudara kandung Bhutto, Shah Nawaz, tewas akibat diracun di apartemennya di Prancis selatan pada 1985. Kakak Bhutto, Murtaza, yang dituduh terlibat terorisme juga ditembak di Karachi 11 tahun kemudian.Bhutto mengecam badan intelijen Pakistan sebagai penyebab kematian saudara-saudaranya. Berbagai tuduhan pun dilontarkan lawan-lawan politik Bhutto, seperti tuduhan korupsi yang dilakukan Bhutto saat menjabat sebagai PM pada 1988.Pada 1990 Bhutto dipecat karena tuduhan korupsi namun menjadi PM lagi antara 1993-1996. Meski mendapat tuduhan korupsi, Bhutto tetap mendapatkan dukungan sangat besar, terutama dari jutaan penduduk kota dan desa yang miskin.Keluarganya telah menjadi pusat kebencian kalangan miltier karena Zulfiqar Ali merupakan penganjur pemerintahan sipil. Keluarga Bhutto dianggap sebagai ancaman rezim militer yang telah berkuasa lebih dari setengah abad sejak 1947.Bhutto yang diasingkan selama delapan tahun, kembali ke Pakistan untuk ikut terlibat dalam pemilu 8 Januari 2008. Namun tragedi berdarah kembali terjadi, 139 orang pendukung Bhutto tewas akibat serangan bom bunuh diri saat penyambutan kepulangannya.Puncak tragedi berdarah keluarga politikus itu terjadi pada Kamis kemarin saat Bhutto diterjang peluru di leher dan dadanya diikuti serangan bom bunuh diri. Lengkap sudah kisah berdarah keluarga tersebut. (Syarifudin / Sindo / jri)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-4205891678643689059?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/4205891678643689059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=4205891678643689059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4205891678643689059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/4205891678643689059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/hz.html' title='News'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-9147041364025863566</id><published>2007-12-25T20:59:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:17:01.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional Info'/><title type='text'>See Now!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;21/12/2007 18:16 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kapolri Pastikan Perusak Ahmadiyah Ditindak Tegas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Gagah Wijoseno - detikcom&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Jemaah Ahmadiyah mendapatkan perlakuan anarkis darisekelompok massa. Selaku penegak hukum, Polri pun memberikan jaminanperlindungan keamanan kepada setiap warga dengan menindak tegas pelaku penyerangan dan pengrusakan."Pasti, siapapun yang melanggar hukum akan ditindak. Seperti di Bantenditindak, juga ada yang ditangkap pelakunya di Kuningan jugademikian," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto di Jl Sriwijaya, Jakarta, Jumat (21/12/2007) .Lebih rinci Sutanto menuturkan, untuk pelaku yang di Kuningan, JawaBarat, pihaknya sudah mengidentifikasi pelakunya. Namun hal itu masihdalam penyelidikan."Ini akan ada tindakan hukum di mana pun kasus yang ada di wilayah kita ditangani secara hukum, baik di masa lalu maupun sekarang," imbuhnya.Lebih lanjut dia meminta, dalam kasus seperti ini polisi harusberperan tidak hanya sebagai pemadam kebakaran saja. Namun, pelaku anarkis juga harus diberikan penyadaran dan pencerahan agar kasusseperti ini tidak terulang."Tolong jangan polisi terus yang menanganinya, tapi dari hulu. Tolongdisarankan semua, supaya terbantu. Seolah-olah ini tugas polisi semua, tapi tidak seperti itu kan?" urai Sutanto.Kalau semua berperan akan tercipta harmoni yang baik. "Janganpendekatan keamanan terus," tambahnya.Lalu bagaimana dengan permintaan Wapres Jusuf Kalla agar segel yang diberikan kepada tempat peribadatan Ahmadiyah dibuka? "Coba cek kePolda setempat," tandasnya. ( ndr / ana )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-9147041364025863566?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/9147041364025863566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=9147041364025863566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/9147041364025863566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/9147041364025863566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/see-now.html' title='See Now!'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-7751573774269664931</id><published>2007-12-24T21:36:00.001-08:00</published><updated>2008-02-15T00:17:30.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam kita'/><title type='text'>Hot Topics</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gus Dur: MUI Kebablasan!&lt;br /&gt;Sabtu, 22 Desember 2007, 12:23:14 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan: Dian P. Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, myRMnews. Majelis Ulama Indonesia (MUI) lagi-lagi dikecam.&lt;br /&gt;Lembaga representasi umat muslim itu dinilai kebablasan dalam mengeluarkan&lt;br /&gt;fatwa yang berkaitan dengan penstempelan aliran sesat terhadap&lt;br /&gt;kelompok-kelompok masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tokoh bangsa, KH Abdurrahman Wahid, otoritas penyelesaian kasus&lt;br /&gt;maraknya kelompok-kelompok umat beragama yang dinilai sebagai aliran sesat&lt;br /&gt;tersebut lebih baik ditangani oleh lembaga Pengawasan Aliran Kepercayaan&lt;br /&gt;Masyarakat (Pakem), bukan MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pakem yang berhak menentukan benar atau tidak ajaran mereka. Ada Jaksa&lt;br /&gt;Agung, Mendagri, Polri. Biar mereka yang menangani. MUI itu sudah&lt;br /&gt;kelewatan," kecam Gus Dur, panggilan Ketua Dewan Syuro PKB saat ditemui&lt;br /&gt;dikediamannya, Jumat kemarin (21/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kasus penyerangan terhadap rumah ibadah jemaah Ahmadiyah di&lt;br /&gt;Kuningan dan Tasikmalaya, Gus Dur meminta Polri harus menyeret orang-orang&lt;br /&gt;yang bertindak anarkis itu ke meja hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fatwa MUI itulah yang memicu anarkisme orang-orang terhadap pengikut&lt;br /&gt;Ahmadiyah. MUI juga punya andil (tindak anarkisme),” papar bekas Presiden&lt;br /&gt;RI ke-4 ini geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Gus Dur minta dengan tegas, agar kalimat “sesat” tidak&lt;br /&gt;digunakan untuk menjustifikasi sebuah aliran atau kepercayaan umat&lt;br /&gt;beragama. “Jangan pakai ‘sesat’, itu salah. Kalau orang Syiah menganggap&lt;br /&gt;orang Indonesia adalah sesat, bagaimana?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam diakuinya terdapat banyak aliran. Dicontohkan Gus Dur, di Arab&lt;br /&gt;Saudi ada aliran Wahabisme yang mendukung ajaran Dinasti Saudi. Malah,&lt;br /&gt;pemimpinnya dulu, Muhammad bin Abdul Wahhab tak kalah populer dengan Nabi&lt;br /&gt;Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengikut Al-Wahabiyah banyak sekali di sana (Arab Saudi). Dan tidak&lt;br /&gt;apa-apa oleh pemerintah Arab Saudi. Undang-undang kita pun menjamin&lt;br /&gt;kebebasan berpikir dan berpendapat, jadi boleh-boleh saja mereka,"&lt;br /&gt;pungkasnya. iga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.myrmnews .com/indexframe. php?url=situsber ita/index. php?pilih= lihat_edisi_ website&amp;amp;id= 49058&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-7751573774269664931?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/7751573774269664931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=7751573774269664931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/7751573774269664931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/7751573774269664931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/hot-topics_24.html' title='Hot Topics'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-6689121233720072265</id><published>2007-12-21T05:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:18:06.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional Info'/><title type='text'>Hot News</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernyataan Wapres: (Tak Ada Fatwa untuk Merusak dan Membakar, Pemerintah Harus Cegah Kekerasan )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kekerasan terhadap kelompok keagamaan yang marak akhir-akhir ini menuntut perhatian serius dari pemerintah. Jikalau tidak dicegah, dikhawatirkan kekerasan itu akan menyebar dan menjadi kekerasan sosial. Pemerintah harus segera mencegahnya. Demikian ditegaskan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Aliansi) serta Setara Institute secara terpisah di Jakarta, Rabu dan Kamis (19-20/12). Pernyataan sikap kedua lembaga itu disampaikan, antara lain, terkait dengan kekerasan dan penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah, Selasa, di Manislor, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Massa menyerang dan merusak rumah dan masjid milik jemaah Ahmadiyah. "Kami menduga kekerasan ini akan terus meluas apabila tidak ada pencegahan dari pemerintah, khususnya dari penegak hukum. Kekerasan harus diusut dan pelakunya harus bisa bertanggung jawab secara yuridis," ujar Usman Hamid, aktivis Aliansi. Peristiwa itu bukan yang pertama terjadi. Kekerasan semacam itu bisa terulang di daerah lain selama pemerintah dan aparat membiarkannya. Usman menegaskan, kekerasan yang menimpa jemaah Ahmadiyah mengarah ke persekusi, yakni kekerasan pada kelompok warga sipil yang dipandang berbeda secara agama atau keyakinan politik. "Ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat," katanya. Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi mendesak pemerintah bertindak cepat dan solutif untuk menyelesaikan kekerasan terhadap kelompok agama tertentu, termasuk jemaah Ahmadiyah. Penyelesaian itu diharapkan juga hanya berdasarkan hukum dan tak patuh pada penghakiman massa. "Kekerasan itu merupakan pelanggaran atas Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Internasional Sipil dan Politik, serta Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa 1981 tentang Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi Berdasarkan Agama atau Keyakinan," kata Hendardi. Rafendi Djamin dari Human Rights Working Group menambahkan, kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah ini pernah ditanyakan Sidang Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial dalam sidangnya di Geneva, Swiss, pada 31 Juli-18 Agustus lalu. Saat itu Pemerintah Indonesia diminta melindungi pengikut Ahmadiyah karena penyerangan terhadap mereka merupakan pelanggaran HAM. Rohaniwan jemaah Ahmadiyah Zafrullah A Pontoh berharap bisa berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Sejak fatwa MUI keluar, kami meminta agar pemerintah memfasilitasi dialog. Sampai kini permintaan itu belum terpenuhi," katanya. Tak bisa melarang Di Kantor Partai Golkar, Jakarta, Kamis, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengaku telah berbicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kekerasan yang dilakukan sekelompok warga terhadap penganut Ahmadiyah. Wapres minta polisi bertindak tegas karena tidak ada fatwa MUI untuk merusak atau membakar. Fatwa MUI menyatakan Ahmadiyah adalah sesat. "Saya bicara dengan Presiden agar polisi bertindak tegas kepada siapa saja yang menghalangi orang lain menjalankan keyakinannya, termasuk yang merusak rumah dan tempat ibadah Ahmadiyah. Segel harus dibuka dan mereka jangan diganggu lagi," ujar Wapres. Wapres menegaskan, negara menjamin warga negara menjalankan agama dan keyakinannya. Meski ada fatwa MUI, itu bukan berarti dibenarkan untuk menghantam orang lain. "Orang salah tidak harus dipukuli. Jika dipukuli, yang salah yang memukuli," kata Kalla lagi. Jaksa Agung Hendarman Supandji menambahkan, kejaksaan belum bisa melarang suatu ajaran atau aliran selama majelis ulama atau tokoh agama belum menyatakan ajaran atau aliran itu bertentangan dengan kaidah agama. Hal itu pun berlaku pada Ahmadiyah. (IDR/INU/A09/NWO) &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/21/utama/4093860.htm"&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/21/utama/4093860.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-6689121233720072265?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/6689121233720072265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=6689121233720072265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/6689121233720072265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/6689121233720072265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/hot-news.html' title='Hot News'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-5271109182788750934</id><published>2007-12-07T05:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:18:36.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak Muslim'/><title type='text'>Anak Terlahir Dalam Keadaan Fitrah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Imam Al Ghazali mengatakan, “Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang masih suci merupakan mutiara yang masih polos tanpa ukiran dan gambar. Ia siap diukir dan cenderung kepada apa saja yang mempengaruhinya. Jika ia dibiasakan dan diajarkan untuk berbuat kebaikan, ia kan tumbuh menjadi anak yang baik. Dengan begitu, kedua orang tuanya akan berbahagia di dunia dan akhirat. Demikian juga guru dan pendidiknya. Sedangkan apabila ia dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu saja seperti membiarkan binatang ternak, maka ia akan sengsara dan binasa. Dosanya pun akan dipikul oleh orang yang bertanggung jawab untuk mengurus dan walinya. Rasulullah s.a.w bersabda: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fitrah wa innamaa abawaahu yuhawwidaanihi au yumajjisaanihi au yunashshiraanihi”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Artinya : Setiap anak sebenarnya dilahirkan diatas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Majusi, atau Nasrani.&lt;br /&gt;Berdasarkan ini, Abul ‘ala mengatakan melalui syairnya: Anak-anak kita akan tumbuh menurut apa yang dibiasakan oleh orang tuanya. Anak tidaklah menjadi tercela oleh akalnya namun orang-orang dekatnya yang membuatnya hina.&lt;br /&gt;Jika rumah mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan anak, maka untuk mewujudkan tujuan diatas rumah harus diliputi oleh segala hal yang bisa menanamkan ruh keagamaan dan keutamaan terhadap jiwa anak”Risalah Anjaa’ (wasail).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-5271109182788750934?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/5271109182788750934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=5271109182788750934' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/5271109182788750934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/5271109182788750934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/anak-terlahir-dalam-keadaan-fitrah.html' title='Anak Terlahir Dalam Keadaan Fitrah'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-7342150580819701287</id><published>2007-12-07T05:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:19:23.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Quran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Doa untuk Keturunan dan Keluarga</title><content type='html'>“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua sebagai orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan jadikanlah diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu&lt;em&gt;” (Al Baqarah :127)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabbi, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa&lt;em&gt;” (Ali Imran :38)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah ketika Ibrahim berkata: Ya Rabbi, jadikanlah negri (Mekah) ini sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala” &lt;em&gt;(Ibrahim :35)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabbi, jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Rabb kami, terimalah doaku. Ya Rabb kami, berilah aku ampunan, dan juga kedua orang tuaku serta orang-orang beriman di hari terjadinya perhitungan (hisab)” &lt;em&gt;(Ibrahim :40-41)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabb kami, anugerahkan kepada istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Al Furqan :74)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabbi, berilah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan juga untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih”&lt;em&gt; (An Naml :19)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabbi, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku supaya aku dapat melakukan mal shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” &lt;em&gt;(Al Ahqaf :15)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-7342150580819701287?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/7342150580819701287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=7342150580819701287' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/7342150580819701287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/7342150580819701287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/12/doa-untuk-keturunan-dan-keluarga.html' title='Doa untuk Keturunan dan Keluarga'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-3624883842529738249</id><published>2007-11-28T22:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T06:44:03.985-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak Muslim'/><title type='text'>Our Next Generation (Memaknai Idul Adha dengan mempersiapkan generasi yang shaleh di masa depan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R05qjI2h-PI/AAAAAAAAAAc/XGKaBaqfFAo/s1600-h/P6170032.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138161376780482802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" height="239" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R05qjI2h-PI/AAAAAAAAAAc/XGKaBaqfFAo/s320/P6170032.JPG" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;T&lt;/span&gt;erinspirasi dari kisah Hz. Ibrahim a.s yang diperintahkan Allah Taala untuk menyembelih putra pertama beliau yaitu Hz. Ismail a.s. Setelah selama 80 tahun beliau memanjatkan doa, bermunajat kepada Allah Taala yang Ash shomad karena menghajatkan keturunan yang tak kunjung datang juga &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rabbi hablii minash shoolihiin&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;, maka Allah Taala menjawab doa beliau a.s dengan firman-Nya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Fabasyarnaahu bighulaamin haliim&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; maka Allah Taala menganugerahkan keturunan yang sholeh lagi lembut hatinya yaitu Hz. Ismail a.s. Akan tetapi di riwayatkan ketika Hz. Ismail a.s berusia kira-kira 9-10 tahun maka Allah Taala memerintahkan Hz. Ibrahim a.s untuk menyembelih putera beliau tersebut, Allah Taala mengkhabarkannya lewat mimpi. Akan tetapi terjadi dialog yang sangat menarik untuk kita simak bersama antara bapak dan anak ini, yang bisa kita ambil hikmah dan ibrahnya. Hz. Ibrahim menanyakan pendapat anaknya yang sangat di cintainya tersebut tentang mimpi yang dilihatnya dengan bahasa &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Fanzhur maadza taraa&lt;/strong&gt;,&lt;/em&gt; lalu begitu mengejutkannya jawaban yang keluar dari Ismail kecil ini dengan ungkapan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yaa abatif'al ma tu'maru satajidunii&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;insyaAllahu minash shoobiriin&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt; Jawaban penuh hikmah yang terlontar dari anak yang berusia masih sangat belia,wahai ayahandaku kerjakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku menjadi orang-orang yang sabar. Ada rahasia yang luar biasa dibalik kata-kata Hz. Ismail ini yaitu keberhasilan Hz. Ibrahim dalam memberikan tarbiyat dan pendidikan kepada putra beliau a.s sejak masih anak-anak sehingga anak yang masih beliau ini rela menyerahkan lehernya untuk dikorbankan di jalan Allah Taala. So tunggu apalagi?Teladan yang terbaik sudah ada di depan mata kita, tidak inginkah keturunan kita menjadi sosok-sosok seperti Ismail a.s ini?Jangan terlambat!!Anak-anak kita yang masih berusia belia ibarat kertas yang putih bersih. Kalau kita torehkan tinta berwarna merah maka kertas itupun akan tercoret dengan warna merah, tapi kalau kita tuliskan asma Allah dengan tinta berwarna emas maka kertas itupun akan tertulis seperti itu juga. Mendidik anak untuk mengenal sang Khaliknya harus ditanamkan sejak dini atau kita semua akan menyesal karena sudah terlambat! Our next generation menjadi tanggung jawab kita semua untuk menciptakan manusia-manusia yang tidak hanya unggul dalam hal intelektualitas saja tapi moral nya pun dapat menjadi kebanggaan bagi kita semua. Mudah-mudahan keturunan kita menjadi bagian dari keshalehan (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;baqiyyatush shoolihiin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dan bukan menjadi bagian dari keburukan (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;baqiyyatus sayyiiat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).Amiin Allahumma Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-3624883842529738249?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/3624883842529738249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=3624883842529738249' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3624883842529738249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/3624883842529738249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/11/our-next-generation.html' title='Our Next Generation (Memaknai Idul Adha dengan mempersiapkan generasi yang shaleh di masa depan)'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCthISkUR_4/R05qjI2h-PI/AAAAAAAAAAc/XGKaBaqfFAo/s72-c/P6170032.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-68208576387665498.post-1829440863979173643</id><published>2007-11-28T21:50:00.001-08:00</published><updated>2008-02-15T00:20:33.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam kita'/><title type='text'>Izzul Islam wa Al Muslimiin (Renungan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;KatabAllahu Laaghlibanna Ana wa Rusulii&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, sebagaimana janji dari Allah Taala bahwa Islam pasti akan menang. Dan janji Allah Taala bukan sembarang janji, seperti yang biasa manusia lakukan. Tapi Allah Taala sendiri yang akan memenuhi janji-Nya.Karena Islam adalah syariat yang paripurna dan paling sempurna, Rasulullah s.a.w juga merupakan utusan Allah yang menyandang gelar Khootamul Anbiyya maka mutlak Izzul Islam pasti akan terjadi.Hanya saja apakah kemenangan itu dalam bentuk kwantitas atau kwalitas? Itu yang masih menjadi tanda tanya besar. Tapi yang jelas kemenangan itu akan datang dalam wujudya yang nyata dan seluruh umat manusia akan menjadi saksi tergenapinya janji Allah Taala itu. Dan Islam memang akan unggul dari semua agama-agama yang lain. Tapi yang jelas kemenangan itu akan terealisasi dalam wujud meningkatnya kwalitas iman dan taqwa dari para umat muslimin secara kaffah.Lalu bagaimana dengan kondisi umat muslim pada umumnya sekarang?Kalau bukan sekarang,besok,lusa, atau entah kapan tapi yang jelas kemenangan itu akan datang. Saya sangat optimis akan hal ini tapi dengan syarat umat muslimin harus benar-benar terus mengadakan introspeksi diri dan selalu kembali kepada Al Quran, As Sunnah dan Al Hadits.Kemenangan itu juga akan mengambil bentuk tidak terbantahkannya lagi dalil-dalil dan penjelasan-penjelasan mengenai ketauhidan Ilahi dan keluhuran serta keagungan Asma-asma Ilahi. Yakinkah anda akan hal ini?&lt;/div&gt;Abu Faizaan_2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/68208576387665498-1829440863979173643?l=fatahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fatahislam.blogspot.com/feeds/1829440863979173643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=68208576387665498&amp;postID=1829440863979173643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1829440863979173643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/68208576387665498/posts/default/1829440863979173643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fatahislam.blogspot.com/2007/11/izzul-islam-wa-al-muslimiin-renungan.html' title='Izzul Islam wa Al Muslimiin (Renungan)'/><author><name>Thalhah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_vCthISkUR_4/R1lO3EX-0iI/AAAAAAAAACM/Tnm8vaOUO-c/S220/IDRIS.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
